Sepi Pembeli, Penjual Stand UMKM RS Mandalika Merugi

DITINGGAL: Tampak stand pelaku UMKM di RS Mandalika terlihat sepi setelah ditinggal para pelaku UMKM, Minggu (20/3). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAPelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menempati stand penjualan di Rumah Sakit Internasional Mandalika harus menelan kekecewaan selama event MotoGP berlangsung.

Pasalnya, harapan untuk meraih untung selama event MotoGP berlangsung hanya mimpi belaka. Sebab, tak banyak pengunjung yang singgah di RSI Mandalika selaman event MotoGP berlangsung. Sepinya pengunjung ini tak terlepas dari keluarnya Instruksi Mendagri Nomor 17 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah luar Jawa-Bali.

Di mana sedianya, RSI Mandalika akan dijadikan salah satu lokasi swab para penonton MotoGP. Itu dilakukan agar swab tidak terpusat di satu tempat seperti pada pergelaran WSBK akhir tahun lalu. Melihat peluang itu, Pemkab Lombok Tengah berinisiatif menyediakan 10 stand UMKM di RSI Mandalika. Namun, peluang itu langsung tertutup rapi menyusul terbitnya instruksi Mendagri tersebut.

Salah satu pelaku UMKM asal Kecamatan Pujut, Lalu Guntur mengaku, para pelaku UMKM memahami keberadaan RSI Mandalika ini tidak jadi ditempati sebagai tempat swab setelah ada Inmendagri itu. Tapi yang mereka sayangkan, dari dinas tidak ada koordinasi dengan mereka agar mereka tidak datang berjualan. Sehingga para pelaku UMKM merasa dipermainkan. “Kami sangat kecewa dengan kinerja Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, jika begini cara melayani masyarakat. Bukan namanya mau memfasilitasi orang untuk mencari rezeki, tapi malah mau buat orang merugi. Jadi apa kerjaannya Kadis Koperasi dan UMKM Lombok Tengah itu,” gerutu Lalu Guntur, Minggu (20/3).

BACA JUGA :  Laskar Ungkit Pengadaan Dua Juta Masker

Dari 10 stand yang disediakan di RSI Mandalika, sekitar tiga stand diisi pelaku UMKM dari Pujut, sisanya dari luar. Selain itu, pihaknya berjualan di RS karena tidak diakomodir di Bazar Mandalika maupun di dalam sirkuit. Namun dengan cara seperti ini, pihaknya mengaku lebih baik tidak diakomodir sama sekali dari pada merugi. “Apa mereka yang di dinas itu tidak kasian sama pelaku UMKM. Ada yang datang dari jauh dengan niat mau mencari rezeki, malah diperlakukan seperti ini,” kesalnya.

Senada dikeluhkan pelaku UMKM  asal Kota Praya, Heny Wulandari, mereka menyayangkan sepinya pembeli. Padahal ia memilih lokasi tersebut karena beberapa waktu lalu dijanjikan dan diberitahukan Dinas Koperasi dan UMKM jika di tempat ini nantinya akan ramai. Karena akan dijadikan salah satu tempat swab bagi para penonton MotoGP. “Namun nyatanya sampai pelaksanaan MotoGP, ada aturan baru yang tidak mewajibkan adanya swab. Makanya  stand sepi pengunjung dan yang kita kecewa kenapa dinas tidak memberi tahu dari awal agar kami tidak datang berjualan. Saya kecewa karena pemerintah hanya janji saja, coba bayangkan berapa ongkos kita dari Praya ke sini,” terangnya.

BACA JUGA :  Mutasi Digantung, Program SKPD Terkatung

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, Ikhsan yang dikonfirmasi mengkilah atas meruginya para pelaku UMKM di RSI Mandalika. Ikhsan berdalih, semua keputusan ini mengikuti tren perkembangan Covid-19 di Lombok Tengah. Dari awal memang sudah ditetapkan jika seluruh pembalap, crew, official, hingga penonton tetap menggunakan swab antigen untuk bisa masuk ke dalam sirkuit. Atas dasar itulah, pemda menyediakan stand di RS Mandalika. “Karena awalnya RS Mandalika rencana akan digunakan sebagai salah satu tempat swab. Sehingga, itu dasar kita dan Pemprov NTB memfasilitasi tenda dagang bagi pelaku UMKM. Tetapi ternyata setelah rapat paripurna evaluasi diputuskan cukup dengan telah divaksin dua kali sudah bisa masuk menonton MotoGP,” kilahnya. (met)