Mengintip Latihan Polwan Penembak Taktis Sat Brimob Polda NTB

Disiapkan untuk Perang Kota, Tiada Hari Tanpa Latihan

Polwan Penembak Taktis Sat Brimob Polda NTB
LATIHAN : Bripda Dian Anggraini dan Bripda Ni Kadek Winda saat latihan di Sat Brimob Polda NTB kemarin. (IST For Radar Lombok)

Polwan Brimob Polda NTB memiliki puluhan personel dengan keahlian khusus. Utamanya penembak jitu dan penjinak bom. Personelnya juga dipersiapkan mahir sebagai penembak taktis. Keahlian ini bukan didapat sekejap mata. Tapi melalui latihan rutin.


ALI MA’SHUM—MATARAM


Personel Sat Brimob Polda NTB setiap hari menggelar latihan. Siang itu nampak dua Polwan anggota Brimob sedang latihan. Keduanya mengikat diri dengan tali dan bergelantungan turun dari bangunan lima lantai. Keduanya juga lengkap membawa senjata. Senjata yang dibawa tidak sembarang, yaitu senjata laras panjang jenis Stayr seberat 3,6 kilogram.

Kedua Polwan ini adalah Bripda Dian Angriani (21) dan Bripda Ni Kadek Winda (19). Keduanya adalah calon penembak taktis dan penembak jitu Sat Brimob Polda NTB. Keduanya lulusan Sespolwan 2018 yang kemudian ditempatkan diPolda NTB. “ Kita harus siap ditempatkan dimana saja,” ungkap Bripda Dian Angriani di Mataram kemarin.

Kini keduanya dilatih untuk keahlian penembak taktis. Latihan dilakukan selama satu bulan. Penembak taktis difungsikan untuk pengejaran target. Misalnya untuk menembak target dari atas gedung. Meskipun dengan bantuan tali pengaman. Selain itu, penembak taktis juga berguna untuk menembak jarak jauh.” Kita harus mampu turun menggunakan tali. Lengkap dengan senjat yang kita pegang,” imbuh Dian.

BACA JUGA: Mengenal Brenda Gladystha Rupudara, Wakil NTB dalam Ajang Smart Model Look Indonesia 2018

Turun menggunakan tali sambil membidik target tentu membutuhkan keahlian. Penembak juga harus fokus dengan tali yang digunakan. Sehingga berbeda dengan menembak tanpa menggunakan tali.”Jadi harus fokus. Harus benar-benar yakin dengan talinya,” katanya.

Senjata yang digunakan bukan senjata biasa, melainkan laras panjang yang biasa digunakan saat one adn one teror. Walaupun keduanya masih baru, mereka juga tengah dipersiapkan menjadi penembak jitu (sniper). Selain itu, kedua Polwan ini juga dipersiapkan sebagai penjinak bom (jibom).”Nanti kami akan ditentukan dikhususkan kemana. Apakah ke sniper atau jibom. Latihannya tiap hari. pagi dan sore selama sebulan,” ungkap Dian.