Melawan, Jaringan Bandar Sabu 3,3 Kg Ditembak

Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Dinginnya lantai penjara nampaknya tak membuat Agus jera. Warga Punia Kecamatan Mataram Kota Mataram ini kembali berurusan dengan polisi. Padahal ia baru saja bebas dari penjara pada Desember 2020 lalu.

Kini ia ditangkap lagi oleh Tim Opsnal Dit Resnarkoba Polda NTB  karena kembali menjalankan bisnis narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan berlangsung di rumahnya pada Selasa (9/2) sore sekitar pukul 17.30 WITA. “Kemarin itu tim opsnal mendapat informasi dari masyarakat kemudian bergerak ke lokasi. Dari sana berhasil ditangkap satu orang berinisial A (Agus). Dia ini residivis. Dua kali masuk penjara. Terakhir keluar pada Desember lalu,” kata Dir Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma, Rabu (10/2) kemarin.

Dari penangkapan tersebut petugas juga mendapati sejumlah barang bukti. Di antaranya sabu seberat 5 gram, alat timbang, dan uang yang diduga didapat dari hasil transaksi.

Proses penangkapan Agus terbilang dramatis. Sebab petugas dengan warga nyaris saja terjadi gesekan. “Si pelaku ini meneriaki anggota itu maling. Seketika itu warga langsung berhamburan dan nyaris terjadi gesekan. Tetapi beruntung situasi bisa dikendalikan,” ujarnya.

Begitu Agus tertangkap, polisi melakukan pengembangan guna menelusuri dari mana asal barang. Hanya saja Agus tidak kooperatif. Agus mencoba mengelabui petugas dan berusaha kabur. “Ketika melakukan pengembangan yang bersangkutan berusaha mengarahkan anggota ke tempat yang tidak benar dan berusaha melarikan diri. Atas hal itu diambil tindakan tegas dan terukur,” jelasnya.

Petugas melumpuhkan Agus dengan menembak kaki kanannya. Setelah itu Agus dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis. Hasil pemeriksaan sementara terungkap bahwa Agus ini ternyata jaringan bandar sabu 3,3 Kg yang diungkap Polda NTB bersama Polresta Mataram beberapa waktu lalu. “Yang sudah masuk itu  adiknya,” ujarnya.

Agus ini diduga berhubungan dengan jaringan adiknya tersebut. Jejak digitalnya pun kata Helmi masih ada. Saat ini pihaknya tengah menargetkan untuk menangkap pelaku yang lain. “Doakan saja semoga hari ini ada hasilnya,” ujar perwira melati tiga tersebut. (der)