Masyarakat Miskin Digratiskan Berobat di RSUD NTB

dr H Lalu Herman Mahaputra (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Masyarakat miskin di Provinsi NTB, tidak perlu lagi takut berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Apabila tidak ada biaya untuk membayar, pasien bisa diobati secara gratis.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr H Lalu Herman Mahaputra menyampaikan, pihaknya memiliki gebrakan menyediakan fasilitas layanan autopsi dan visum gratis bagi warga tidak mampu. Termasuk melayani pasien dari warga masyarakat kurang mampu secara gratis dengan penyakit apapun. “Kita tidak akan menolak apapun jenis penyakit pasien tidak mampu karena,” terangnya kepada wartawan.

Ditegaskan, meski pasien tersebut tidak terdaftar atau tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, RSUD NTB akan tetap memberikan pelayanan. Jangan sampai ada pasien yang terlunta hanya karena tidak memiliki uang.

Menurut pria yang akrab disapa dokter Jack itu, pelayanan gratis bagi masyarakat miskin sama sekali tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Sudah menjadi kewajiban negara hadir melindungi rakyatnya, karena orang itu tidak mau lahir dalam keadaan tidak mampu. Kami inilah yang akan membantu mereka,” ucapnya.

Baca Juga :  Logistik Tiba, WorldSBK Siap Digelar

Lalu dari mana sumber biaya berobat gratis? Dijelaskan, dirinya sudah membangun komunikasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di NTB. Salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Semua perusahaan BUMN, akan membiayai masyarakat miskin yang berobat. Apalagi sudah cukup lama, banyak BUMN beroperasi di wilayah NTB. “Seperti BRI sudah saya tanya sejak kapan berdiri di NTB dan berapa profitnya,” tutur Jack.

Berdasarkan komunikasi dengan pihak BRI, BUMN itu siap membiayai kebutuhan berobat gratis masyarakat tidak mampu. Karena memang merupakan kewajiban negara membantu warganya. “BRI sangat merespon positif, dan bersedia membiayai pasien dari keluarga tidak mampu,” katanya.

Untuk meresmikan komitmen bersama itu, dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan BTI. Begitu pula dengan BUMN lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa seluruh jenis penyakit masyarakat tidak mampu akan mendapatkan pelayanan gratis. Pihak BUMN yang akan menanggung biayanya. “Prosesnya, begitu warga tidak mampu itu masuk, akan langsung dilayani dulu. Setelah itu barulah disampaikan ke pihak BRI atau BUMN lainnya. Segera akan ditindaklanjuti MoU itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Tujuh Penumpang Kapal Pengangkut TKI Ilegal Asal NTB Masih Hilang

Selain itu, dr Jack juga mengingatkan bahwa pemerintah kabupaten/kota memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakatnya. Bagi yang tidak mampu, sudah seharusnya pemerintah setempat mendaftarkan warganya sebagai anggota BPJS Kesehatan.

Komitmen memajukan RSUD NTB dan memudahkan masyarakat akan terus digalakkan Jack. Dirinya bahkan berwacana akan mengurangi rujukan pasien ke luar daerah. Langkah yang akan dilakukan, mendatangkan langsung dokter spesialis penyakit tersebut ke NTB. “Bukan hanya Dosen terbang saja bisa diundang. Dokter pun bisa. Niat baik itu tidak akan merugikan rumah sakit ini,” ucap Jack.

Warga Lombok Barat, ibu Lina mengapresiasi terobosan rumah sakit. Apalagi selama ini, banyak masyarakat yang tidak mampu membayar biaya berobat. “Dari dulu kan kalau berobat ke rumah sakit itu dianggap mahal. Terus kalau orang miskin susah dilayani, apalagi kalau gak punya uang. Tapi kalau ada jaminan begini, kan senang kita semua,” ujar ibu Lina. (zwr)