Masyarakat Geram Sekolah Swasta Didiskriminasikan

MATARAM—Lontaran tak sedap dari salah seorang kepala sekolah negeri di Kota Mataram terhadap sekolah swasta baru-baru ini dinilai diskriminatif. Lontaran oknum tersebut dianggap memandang sebelah mata sekolah swasta.

Terhadap lontaran itu kontan banyak pihak dibuat belingsatan. Mereka tidak terima terhadap lontaran yang dianggap menyepelekan tersebut.

Yunus Bureni misalnya. Salah seorang orangtua siswa sekolah swasta mengatakan, lontaran oknum kepala sekolah tersebut semestinya tidak terlontar. Selain dianggap tidak bijaksana, lontaran itu seolah ingin memasang jarak sekolah swasta dan negeri.

“Kan tugas sekolah swasta dan negeri sama-sama mengemban misi pendidikan,” ungkapnya, Selasa (14/6).

BACA JUGA :  SMKN PP Mataram Jadi Tempat UKK Agrobisnis Perikanan

Ia sendiri mengaku memiliki tiga orang anak. Ketiga anaknya lulus di sekolah swasta dan kini menjadi orang berhasil. “Ini buktinya. Anak saya tidak menimba ilmu di sekolah negeri tapi bisa berhasil,” sambungnya.

Bila Yunus lebih meminta tidak membedakan sekolah negeri dan swasta, maka Sekertaris Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Kota Mataram, Muhiddin, mengecam lontaran oknum kepala skeolah tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan lontaran kepala sekolah yang kebetulan menjadi Ketua MKKS di Kota Mataram itu.

Dari segi tujuan pendidikan, jelasnya, sekolah negeri maupun swasta mengemban misi yang sama. Pihaknya sangat menyayagkan lontaran yang menganggap sekolah swasta tidak berkualitas.

BACA JUGA :  Siap Bertanding, Siap Rebut Juara I

Muhiddin yang sekaligus menjabat sebagai Kepala SMA Hang Tuah 3 Mataram ini menyatakan, oknum yang melontarkan statemen tak sedap itu dinilai tak becus memimpin sekolahnya sendiri. Sekolah yang dipimpin oknum tersebut dianggap masih semerawut dan tidak memiliki prestasi yang cukup mentereng.

Sementara itu, Ketua Yayasan Hang Tuah Perwakilan Mataram, Sukardi, juga ikut berkomentar. Ia mengaku sangat menyayangkan adanya statmen yang sifatnya diskriminatif. Pihaknya pun berencana akan menggelar pertemuan dengan sekolah-sekolah swasta lainnya terkait problem ini agar semuanya tidak terulang lagi. (cr-rie)