Masjid Polda NTB Dilengkapi Metal Detector

Masjid Polda NTB Dilengkapi Metal Detector
METAL DETECTOR : Polda NTB memasang metal detector dipintu masuk masjid Baitussalam Mapolda NTB. Hal ini dilakukan paska penyerangan yang dilakukan terhadap anggota Brimob dimasjid Falatehan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM—Aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi ancaman teroris.

Pengamanan dan pengawasan di Polda NTB mulai diperketat. Termasuk pengamanan di Masjid Baitussalam Mapolda NTB. Bahkan, pengamanan dilakukan dengan dilengkapi dengan alat pendeteksi metal (metal detector). Alat tersebut dipasang di pintu masuk Masjid Baitussalam.

Pengamanan masjid ini dilakukan pascapenusukan anggota Brimob yang dilakukan di Masjid Falatehan di dekat Mabes Polri, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.  ‘’ Ini untuk meningkatkan kewaspadaan kepolisian. Alat itu untuk memonitor pengunjung yang memasuki area mako dan masjid,’’ ujar Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti saat dikonfirmasi Kamis kemarin (6/7).

Dari pengamatan koran ini, beberapa orang petugas berjaga mulai dari pintu masuk halaman masjid Baitussalam Mapolda NTB. Mereka juga dilengkapi dengan persenjataan lengkap. Setiap pengunjung tidak diperkenankan membawa tas atau ransel ke dalam masjid. Tas atau ransel yang dibawa pengunjung akan dititipkan di tempat yang sudah disediakan. ‘’ Kita tidak mau under estimate. Hanya meningkatkan kewaspadaan,’’ katanya.

Selain di masjid, semua area masuk Mapolda NTB juga diperketat. Tiap penjagaan diberikan portal untuk memperketat penjagaan. ‘’ Pintu kecil lainnya juga ditutup. Kita juga menambah personel penjagaan. Juga ada petunjuk dan pelaksanaan (juklak) lain yang teknis,’’ sebutnya.   

Tribudi mengatakan, peningkatan kewaspadaan ini dilakukan sesuai dengan perkembangan situasi. Baik itu yang berada di markas kepolisian dan sekitarnya. Pengamanan juga atas perintah langsung dari Mabes Polri.‘’ Kita berupaya meminamilisir kemungkinan buruk yang terjadi. Antara lain upayanya seperti itu,’’ ungkapnya.

Ia juga memastikan, pengamanan di masjid juga berkaitan dengan penyerangan anggota Brimob di Jakarta. Selain itu, juga untuk menjaga kemungkinan yang terjadi. ’’ Walaupun tempatnya didalam Mako. Tapi kan tempat ibadah dipergunakan untuk umum juga. Kita menjaga kemungkinan itu. Tapi tidak mungkin kita menutup masjid untuk orang lain untuk beribadah. Makanya dipasang metal detector,’’ jelasnya.(gal)