Marina Gili Gede Kantongi Izin Kemenhub RI

GIRI MENANG—Setelah menanti cukup lama hingga lima tahun, akhirnya izin yang ditunggu PT Marina Del Rey yakni izin terminal pelabuhan untuk membangun Marina di Gili Gede, Sekotong, Lombok Barat akhirnya keluar juga.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mengeluarkan izin nomor KP.453 Tahun 2016 tentang penetapan lokasi terminal  khusus wisata tirta. “Izin yang kami tunggu-tungu akhirnya keluar dalam perjuangan yang cukup lama,” kata Presiden Direktur PT Marina Del Rey Lombok, Raymond La Fonte beberapa waktu lalu. Izin terminal pelabuhan khusus sudah lama diperjuangkan oleh PT Marina Del Rey sebagai satu-satunya izin vital dari sekian banyak proses perizinan yang dilalui untuk memulai proses pembangunan Marina yang menjadi tempat bersandarnya puluhan kapal yacht dari berbagai negara di dunia tersebut.

Raymond mengatakan, Gili Gede merupakan tempat yang strategis tempat berlabuhnya kapal yacht dari perjalanan keliling dunia. Bahkan Gili Gede, Lombok menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang menjadi daerah masuk dalam peta kunjungan rutin harus disinggahi oleh club cruising kapal yacht dari belasan negara di dunia.

Hal tersebut terbukti dengan telah dua kali club yacht dari belasan negara di dunia yang tergabung dalam ARC yang berkantor di Perancis tersebut datang ke Gili Gede. Pada tahun 2015, sebanyak 14 kapal yacht datang singgah di Gili Gede. Dan kini pada bulan September kembali klub yacht yang tergabung dalam ARC sebanyak 16 kapal yacht kembali singgah di Gili Gede.

Sebagai tempat yang dinilai paling strategis di Indonesia untuk tempat singgah dari perjalanan keliling dunia untuk club kapal yacht dunia tersebut, Raymond optimis kunjungan  wisatwan dari pintu Gili Gede akan semakin banyak. Terlebih lagi peserta dari kapal yacht dari belasan negara tersebut menjadi corong promosi cukup efektip membawa wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Lombok.

“Berbagai infrastruktur pendukung Marina Lombok ini akan mulai kami bangun. Karena Gili Gede ini sangat strategis untuk pengembangan pariwisata maritim dan bisa jadi pylot project di Indonesia,” ungkap Raymond.

Raymond berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah baik itu Pemkab Lombok Barat dan juga Pemprov NTB dalam membangun pariwisata poros maritim Lombok melalui Gili Gede. Ia berharap pemerintah daerah di NTB bisa mendorong dan memperjuangkan pengurusan registrasi bagi kapal asing masuk ke Lombok.

Tidak seperti sekarang ini, begitu kapal yacht datang, proses pengurusan registrasi harus dilakukan di Bali. Akibatnya, kesempatan dan waktu bagi wisatwan asing mancanegara untuk menikmati keindahan dan budaya Lombok jadi terbatas, karena diribetkan dengan proses pengurusn dokumen kedatanga (on arrival) di Bali.

Jika pemerintah daerah bisa mempejuangkan proses registrasi kapal laut asing speerti kapal pesiar dan yacht untuk registrasi di Lombok, maka akan berdampak luas terhadap  kemajuan daerah di Lombok. Seperti sumber PAD dan tentunya wisatawan bisa berkunjung ke obyek wisata dan kuliner untuk membelanjakan uang mereka.

“Kedepan kami berharap di Lombok sudah ada tempat registrasi kedatangan kapal asing yang  datang. Sehingga tidak lagi mengurus dokumen yang cukup ribet di Bali seperti sekarang ini,” harapnya. (luk)