Lobar Kekurangan Ratusan Ruang Belajar

Ilustrasi Ruang Belajar

GIRI MENANG – Lombok Barat hingga saat ini masih kekurangans ratusan ruang belajar.

Kekurangan ruang belajar terutama terdapat di sekolah-sekolah terpencil. Di Sekolah Satu Atap (SATAP) MI dan SMP Al-Hidayah Tarbiyah Islamiyah di Dusun Aik Mual Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar misalnya. Sekolah yang diresmikan Bupati H. Fauzan Khalid beberapa hari lalu ini kini punya bangunan permanen hasil kegiatan TNI. Sekolah ini hanya punya tiga ruang kelas. Jumlah ini tidak cukup menampung enam rombongan belajar dari kelas satu sampai kelas enam yang masuk pagi. Kemudian satu rombongan belajar SMP kelas VII yang masuk siang.

Berkaitan dengan ini, Bupati H. Fauzan Khalid menegaskan akan mengusahakan bantuan untuk sekolah yang kekurangan ruang belajar. “Pasti kita usahakan,” ungkapnya kemarin.

BACA JUGA :  Kekurangan Soal, Dikbud Diminta Lebih Teliti

Ia mengakui kekurangan ruang belajar tidak hanya terjadi di Aik Mual, melainkan juga di banyak tempat. “Se-Lobar kita masih kekurangan sekitar 300 ruang belajar. Makanya bahasa saya pasti kita terus berusaha memenuhi semuanya secara bertahap,” ungkapnya.

Pemkab Lobar di APBD 2017 menganggarkan Rp 1,78 miliar lebih untuk sekolah terpencil. Sekretaris Daerah Lobar HM. Taufiq menerangkan beberapa waktu lalu, anggaran tersebut untuk perbaikan atau rehab sekolah di wilayah terpencil dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD dan SMP yang berada di wilayah terpencil.(zul)