Libur Semester Terancam Ditiadakan

LIBUR SEMESTER : Libur semester untuk siswa jenjang pendidikan dasar akhir tahun ini berpeluang ditiadakan. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Guru dan murid terancam tidak bisa menikmati libur semester tahun ini. Karena libur tengah semester bertepatan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 secara serentak 23 Desember-3 Januari mendatang. Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataran menimang opsi untuk meniadakan libur tengah semester tahun ini.

“Karena ada edaran dari kementerian disarankan atau diimbau agar anak-anak jangan diliburkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Selasa (30/11).

Sedianya bagi rapor siswa jenjang pendidikan dasar. Mulai dari TK sampai SMP dilaksanakan tanggal 18 Desember. Lalu dijadwalkan libur semester selama dua pekan, terhitung 19 Desember sampai 2 Januari. Karena libur tengah semester direncanakan ditiadakan, maka sebagai gantinya siswa tetap masuk sekolah. Namun tidak belajar dan diberikan kegiatan ringan mengisi waktu di sekolah.

“Kalaupun masuk, kita akan tetap melaksanakan kegiatan di sekolah yang menyenangkan. Tidak ada lagi belajar, mungkin nanti kelas meeting atau lomba yang menyenangkan,” katanya.

BACA JUGA :  SMP IT Dhiaul Fikri Kembangkan Tahfiz

Mengganti pelajaran dengan sejumlah kegiatan diharapkan tidak membuat siswa tegang. Karena bisa merasa asing masuk sekolah lagi setelah bagi rapor.

“Kita kan melihat edaran itu dalam arti anak-anak kalau liburan akan terjadi tanda kutip kerumunan di tempat piknik atau tempat berkumpul. Di sana kan ada orang tuanya juga,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya mencoba berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Seperti guru di sekolah diminta menenangkan siswanya. Namun dipastikannya, libur tengah semester ini masih sebatas rencana. Keputusannya nanti bergantung pada Wali Kota Mataram selaku kepala daerah.

“Kalau misalnya diputuskan libur ya kita libur. Tapi kalau edarannya di sana kita tidak libur ya kita akan mengadakan kegiatan yang mencengangkan. Bentuk belajarnya lain, di luar kelas. Kalau materi sudah selesai karena sudah ujian sekolah,” terangnya.

BACA JUGA :  Kepsek dan Guru Pendidikan Dasar Sibuk Bimtek

Karena opsi libur semester ditiadakan. Sekolah diminta mensosialisasikan tentang pemberlakuan PPKM Level 3 secara serentak.

“Kami imbau sekolah tetap menginformasikan tentang PPKM Levek 3. Ini tentang pelaksanaan teknis PPKM Level 3,” jelasnya.

Opsi libur semester ditiadakan dipastikannya belum disampaikan pihak sekolah.

“Kami menginformasikan lewat media dulu. Nanti kami bersurat ke sekolah. Semuanya tergantung putusan Pak Wali Kota,” pungkasnya.

Rencana atau opsi libur semester ditiadakan ini disikapi beragam. Pendapat yang disampaikan kebanyakan menentang rencana libur semester ditiadakan. Wali murid juga kecewa dengan rencana tersebut, karena siswa sudah belajar dan ujian sesuai dengan jadwal. Tapi akhirnya justru libur terancam ditiadakan.

“Tentu kita kecewa kok libur semester ditiadakan. Ujian dan bagi rapor kan sudah selesai. Masak ini libur ditiadakan,” ungkap salah satu wali murid di Kota Mataram. (gal)