Lebih Dekat Bersama Nickson Damara Gosal, Atlet Basket NTB Go Internasional

Berharap Lahir Pemain Basket Berprestasi Lain di NTB

Lebih Dekat Dengan Nickson Damara Gosal, Atlet Basket NTB Go Internasional
BASKET: Atlet Basket asal NTB, Nickson Damara Gosal, pose bersama pelatih Smakerz, Noor Khaerudin. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

Nickson Damara Gosal, merupakan satu-satunya atlet basket asal NTB yang berangkat ke Amerika, dan akan menjajal kompetisi DBL Camp 2018. Bagaimana kisah perjuangannya, sehingga sampai berhasil membawa nama NTB tampil di kasta tertinggi basket di Amerika tersebut?


ABDI ZAELANI – MATARAM


NICKSON, sapaan akrab Nikcson Damara Gosal, memiliki postur tubuh yang cukup tinggi, 192 cm, sehingga dapat dikatakan dia adalah pemain basket yang paling tinggi diantara rekan-rekannya satu club-nya di Mataram.

Dia lahir dari keluarga sederhana, pasangan Wempy Gosal dan Meiske Tjutarno. Dari pasangan ini dikarunia 4 anak, dimana Nickson adalah anak yang paling besar, dan lahir di Makasar, 11 November 2000 silam. “Sejak duduk di Bangku SMP di Makasar, saya sudah menekuni dunia basket,” akunya kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (2/2).

Lulus SMP, Nickson dan keluarganya kemudian pindah ke Mataram, dan kemudian dia melanjutkan sekolahnya di SMA Kesuma Mataram. Di sekolah ini, talenta basket Nickson kian terasah, dan dalam setiap penampilannya selalu memukau.

BACA JUGA :  12 Cabor Belum Laksanakan Musprov

Bahkan dari berbagai penampilan pemain basket SMA Kesuma Mataram, dapat dikatakan Nickson-lah, yang selalu menjadi penentu kemenangan. Seperti ketika mengikuti Honda DBL West Nusa Tenggara Series 2017, Nickson berhasil membawa timnya untuk meraih gelar juara, menundukkan SMAN 1 Narmada (Smanar). Hasil itu, membuat Nickson banyak dilirik para pemandu bakat olahraga basket untuk mengikuti berbagai seleksi.

“Dari sana awalnya saya kemudian bercita-cita untuk tampil di ajang DBL di Amerika ini. Apalagi bersama tiga pebasket lain seperti Ronald Firdaus Puadawe dari DKI Jakarta, M Arighi Hadran Noor dari Kalimantan Selatan, dan Komang Arya Partha Wijaya, ketika memperkuat Timnas, kami kemudian berhasil menembus semifinal kejuaraan dunia di Chengdu, Tiongkok, China, pada 28 Juni lalu,” ujar Nickson seraya menyampaikan, hari Minggu nanti dia akan berangkat ke Amerika.

Setelah mengikuti DBL Camp 2018 selama empat hari, ada 24 nama All-Star DBL Camp 2018 yang keluar. Pengumuman nama-nama terpilih berlangsung di Atrium Pakuwon Mall, Rabu malam, 29 November 2017. Acara itu juga sekaligus mengumumkan empat nama pelatih yang akan menemani para All-Star terbang ke Amerika Serikat. “Target saya memang All-Star, dan ini sudah lama saya nantikan,” ucapnya.

Nickson mengakui, latihan selama 4 hari bagi dia mempunyai kesan tersendiri, meskipun ada kalanya lelah, letih dan jenuh. Namun itu bukan menjadi penghalang untuk Nickson tampil maksimal.

Diceritakan lebih lanjut, pada saat seleksi itu dia langung menjalani pemusatan latihan tanggal 26-29 November 2017 lalu. Dia dibekali oleh pelatih dari World Basketball Academy (WBA) Australia, DBL Academy, dan beberapa pemain profesional seperti Cassiopeia Manuputty dan Abraham Grahita. DBL juga mengundang wasit-wasit nasional dan pelatih renang profesional untuk menangani para peserta.

Persaingan juga sangat ketat, dengan jumlah peserta mencapai 224 orang, kemudian disaring menjadi 100 orang, dan akhirnya tersisa 50 orang. Mereka selanjutnya bersaing satu sama lain untuk memperebutkan masing-masing 12 slot di tim putra dan putri untuk terbang ke Amerika Serikat. “Dari seleksi 224 pemain, yang akan terbang ke Amerika hanya 12 putra dan 12 putri. Saya berhasil tampil maksimal, sehingga lolos di ajang itu, dan saya merupakan satu-satunya pemain asal NTB untuk Indonesia yang tampil ke Amerika,” ujarnya seraya berharap, ajang yang akan diikutinya itu diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi pemain-pemain basket lainnya di NTB.

BACA JUGA :  Tak Ada Anak Emas Di Mercedes

Sementara itu, pelatih Smakerz, Noor Khaerudin mengakui, kalau Minggu ini Nickson memang akan berangkat ke Amerika, untuk tampil di ajang DBL Camp 2018. “Kalau kita melihat dari skill, fisik, postur, dan juga pengalamannya cukup matang. Semoga penampilannya di ajang itu bagus, dan menghasilkan juara, mekipun harus bersaing dengan pemain-pemain ternama,” harapnya.

“Ini merupakan sejarah pertama kalinya, ada putra NTB yang bisa bersaing di kasta tertinggi di Amerika. Semoga kedepannya akan lahir pemain-pemain basket lainnya di NTB yang akan mengharumkan nama daerah untuk Indonesia melalui basket,” pungkas Khaerudin. (*)

loading...