Lalu Mesir: Tak Ada Figur Sekomplet Sukiman Azmy

H. Lalu Mesir Suryadi (DOK/RADAR LOMBOK)

SELONG – Tahun 2023 jadi momentum tahun politik. Banyak tokoh sedari awal telah memilih siapa figur terbaik untuk memimpin NTB periode 2024-2029. Salah satunya, sesepuh Partai Golkar H. Lalu Mesir Suryadi, SH.

Mantan Ketua DPD I Partai Golkar NTB era tahun 90-an ini memprediksikan banyak tokoh yang bakal maju dalam Pilkada NTB mendatang. Hanya saja, figur-figur yang dimaksud belum memiliki kapasitas yang mumpuni. Apalagi figur yang diusung oleh partai politik cenderung karena mungkin saja faktor fulus.

Untuk bersaing di level NTB, kata mantan Anggota Komisi VIII DPR RI Bidang Kesra ini, butuh figur yang sangat mapan. Baik pengalaman, dedikasi serta matang dalam segala hal untuk mengambil keputusan yang tepat.

Dari sekian figur yang ada, sosok Drs. H. M. Sukiman Azmy merupakan orang yang tepat. Dan, figur lain untuk sementara ini tidak sekomplet yang dimiliki Bupati Lombok Timur itu.

Pilihan ini kata Mesir, bukan tanpa alasan. Meski terlihat subjektif, tetapi sosok Sukiman jauh lebih kompetitif dibanding figur lain yang sedang diusung oleh partai politik. Pilihan itu karena rekam jejak yang sangat bagus dimiliki Sukiman.

Baca Juga :  Pegawai Honorer Resmi Dihapus Tahun 2023, Ini Isi Surat Edaran Menpan RB

Pengalaman Sukiman tidak perlu diragukan lagi. Selain pernah menjadi Kepala Biro Umum di Kementerian Agama, Sukiman juga telah malang melintang dalam dunia militer. Pernah menjadi Dandim Lombok Timur dan terakhir telah dua periode menjabat Bupati Lombok Timur.

Tentu ini kata dia, merupakan jaminan sebagai seorang calon untuk memimpin NTB ke depan. Sebab, seorang pemimpin itu merupakan motor penggerak potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam. “Saya belum lihat ada figur-figur yang menonjol untuk saat ini. Yang ada sekarang ini banyak figur yang tidak jelas yang diusung partai. Meskipun UU mengharuskan seorang calon diusung dari partai,” jelas Mesir, Selasa (3/1).

Ia juga mengingatkan kepada parpol untuk tidak mengusung figur yang sama sekali tidak memiliki pengalaman. Seharusnya parpol tersebut punya kader yang sudah dipersiapkan tanpa harus menunggu calon mana yang melamar. “Sangat berdosa pengurus parpol itu apabila memperkenalkan kepada pemilih figur yang bisa merusak tatanan,” ujar Mesir mengingatkan.

Ketika ditanya apakah Gubernur NTB harus Orang Sasak lantaran jumlah pemilih yang jauh lebih besar? Mesir mengaku tak sependapat dengan ungkapan demikian itu. “Kita jangan berpikir patrialistis. Siapapun yang memimpin NTB ke depannya harus melihat secara global. Rekam jejak itu adalah yang paling utama,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemprov Usulkan 5.000 Formasi PPPK 2022

Sedangkan rekam jejak DR. Zulkieflimansyah selaku incumbent pun harus diketahui masyarakat banyak selaku pemilih potensial. Apakah, DR. Zulkieflimansyah ini punya rekam jejak yang positif atau negatif? Itu terlihat setelah memimpin NTB 5 tahun sebelumnya.

Demikian pula dengan figur lainnya. Menurut Mesir, penunjukan calon oleh parpol agar tidak dilakukan serampangan sehingga masyarakat tidak salah pilih nantinya. NTB ini bukan Pulau Sumbawa saja, tetapi ada Pulau Lombok. Kesan yang terjadi selama ini ada semacam ketidaknyamanan ketika ada event-event besar yang digelar di Pulau Lombok. Sehingga Gubernur NTB DR Zulkieflimansyah kemudian latah menggelar event lainnya.

“Bukan itu yang dimaksudkan sebagai seorang pemimpin. Tetapi, harus melihat potensi apa yang ada dari masing-masing daerah tersebut. Itu yang harus dikembangkan demi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat NTB,” pintanya. (yan)

Komentar Anda