Lakalantas, Guru SDN 1 Labuapi Meninggal

Ilustrasi Lakalantas
Ilustrasi Lakalantas

GIRI MENANG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-74, ternyata meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Labuapi. Itu setelah seorang guru mereka, Sahnun (45), meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan TGH Lopan Labuapi, saat dalam perjalanan pulang, usai mengikuti apel bendera di Kantor Camat Labuapi, Sabtu lalu (17/8).

Kepala SDN 1 Labuapi, Sabariah menuturkan, sebelum kejadian korban melakukan Apel Kemerdekaan di Kantor Camat Labuapi, sambil mendampingi group drumband SDN 1 Labuapi yang diundang untuk melaksanakan apel di Kecamatan Gunung Sari. “Almarhum pulang dari upacara HUT RI di kantor camat, sekaligus mendampingi anak-anak pemain drumband pengiring upacara,” tuturnya.\

Sahnun adalah guru kelas 1 di SDN 1 Labuapi, yang berasal dari Lingkungan Getap Barat, Kota Mataram. Para guru dan siswa tentu sangat merasa kehilangan dengan sosok guru Sahnun yang sudah cukup lama mengajar di SDN 1 Labuapi. “Almarhumah mulai mengajar sejak tahun 1995. Guru Sahnun merupakan sosok yang tegas, penyayang kepada anak-anak, peduli, serta betah di sekolah,” ujarnya.

Dengan kepergian Guru Sahnun, maka pihak sekolah kini kekurangan satu orang guru. Saat ini SDN 1 Labuapi mempunyai 13 kelas belajar, dengan rincian lima guru kelas, satu guru agama, satu guru olah raga, dan juga ada guru tidak tetap yang sebagian besar diangkat sekolah. “Sekarang ini jumlah siswa kami sebanyak 442 orang,” bebernya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lobar, Iptu Lalu Pancawarsa menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa PNS Lobar ini. Sebelum terjadinya kecelakaan, sepeda motor yang belum diketahui Nomor Polisi (Nopol) dan sepeda motor yang digunakan korban sama-sama datang dari arah selatan menuju ke arah utara, dengan posisi motor yang belum diketahui Nopol berada di depan.

Setiba ditempat kejadian, motor korban membentur motor yang belum diketahui itu, yang hendak berbelok ke kanan (timur), sehingga terjadi Lakalantas. “Korban mengalami luka parah, dan meninggal di RSUP NTB,” ungkapnya.

Untuk sementara pihak kepolisian menyimpulkan, Lakalantas itu terjadi karena kurang hati-hatinya korban pada saat hendak mendahului, yang dalam keadaan tidak aman dan dengan kecepatan tinggi, akhirnya membentur motor yang  belum diketahui Nopolnya itu yang hendak berbelok ke kanan (arah timur), sehingga terjadi Lakalantas. “Pada saat kejadian korban menggunakan helm, namun terlepas saat terjadi kecelakaan,” ujarnya. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid