Kiai Zul Jajaki Gandeng Gede Sakti

KH Zulkifli Muhadli
KH Zulkifli Muhadli (Dok/)

MATARAM—H Lalu Gede Sakti cukup diminati bakal calon gubernur NTB asal Pulau Sumbawa.   

Selain Farouk Muhammad, mantan Bupati Sumbawa Barat, KH Zulkifli Muhadli juga tertarik menggandeng Gede Sakti di pilkada NTB sebagai calon wakil gubernur. “Komunikasi politik intens saya jajaki dengan NW Anjani, tapi belum final” kata KH Zulkifli Muhadli, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (13/7).

Dalam komunikasi yang dibangun kedua belah pihak, jelasnya, ada beberapa hal yang masih dikompromikan. L Gede Sakti dan NW Anjani menghendaki dalam kontestasi di pilkada NTB maju melalui jalur parpol. Di sisi lain, ia sudah mendeklarasikan diri maju melalui jalur independen. Atas dasar kompromi politik tersebut, ia pun sangat terbuka maju dalam suksesi di Pilkada NTB melalui jalur parpol. “Politik itu harus kompromi,” ucapnya.

Komunikasi politik yang dibangun sebutnya, sudah menunjukkan respon sangat positif. Sudah ada kesepahaman dan sudut pandang yang sama dalam membangunan NTB. Bukan tanpa alasan dirinya menjatuhkan pilihan kepada Gede Sakti sebagai calon pendamping.  Gede Sakti menyatakan kesiapan tidak hanya maju sebagai calon gubernur, namun juga calon wakil gubernur. Gede Sakti yang berasal dari kader ormas terbesar di NTB itu memiliki massa riil dan fanatik. Namun terpenting, itu merepresentasikan dua wilayah secara geopolitik.  Yakni, Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. “Ada komitmen bersama bagi NTB kedepan,” ucapnya.

Kapan dipastikan final calon pendamping? Menjawab pertanyaan itu, pria yang akarb dipanggil Kiai Zul itu  menyatakan, pihaknya menargetkan pada akhir bulan ini sudah ada komunikasi final terkait calon pendamping.

Koordinator tim relawan pemenangan  Gede Sakti, Zainul Fahmi mengatakan, bahwa sudah ada komunikasi politik antara KH Zulkifli Muhadli dengan NW untuk menduetkan KH Zulkifli Muhadli-Gede Sakti sebagai bacagub/bacawagub di suksesi pilkada NTB.

Namun, dalam komunikasi politik yang dibangun dan dijajaki masih sebatas menyatukan pandangan dan persepsi. “Lagi intens dikomunikasi dan dijajaki duet KH Zulkifli Muhadli-Gede Sakti,” ungkapnya. (yan)