Tiga Pejabat Pemprov NTB Isyaratkan Maju Pilkada

Diminta Lepas Jabatan Secepatnya

Lalu Bayu Windia, Lalu Gita Aryadi, Lalu Syafi'i
Lalu Bayu Windia, Lalu Gita Aryadi, Lalu Syafi'i

MATARAM – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan digelar di 7 kabupaten/kota di NTB pada tahun 2020. Tahapan Pilkada serentak akan dimulai bulan September mendatang. Diprediksi akan ada banyak calon yang berlatar belakang pejabat pemerintahan.

Beberapa nama yang mulai diperbincangkan adalah Lalu Bayu Windia (kepala Dinas Perhubungan NTB), Lalu Gita Ariadi ( kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB dan HL. Syafi’i (kepala Bangkesbangpoldagri NTB). “Saya siap maju di Pilkada Loteng,” ungkap kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Lalu Bayu Windia. 

Ia menegaskan keinginannya maju di Pilkada Lombok Tengah bukan tanpa alasan dan bukan ambisi pribadi. Keinginan ini kata Bayu, karena banyak aspirasi yang bermunculan dari masyarakat. 

BACA JUGA: Mohan Masih Sulit Dikalahkan

Ia akan maju lewat jalur perseorangan yang dibuktikan dengan adanya pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP). “ Saya akan maju lewat jalur independen. Kalau dari Parpol, saya tidak akan maju karena banyak pertimbangan,” katanya. 

Ia mengaku enggan maju melalui jalur partai politik bukan berarti tidak percaya partai politik. Ia mengaku telah mulai mengumpulkan KTP. “Banyak yang datangi ke saya. Saya apresiasi itu, saya bilang silahkan kumpulkan KTP,” tutur Bayu. 

Ia adalah pejabat kelahiran Lombok Tengah. Ia juga mengaku rajin turun blusukan. Ia siap mundur dari jabatannya saat ini. “Saya siap mundur dari jabatan. Kan itu ada undang-undangnya. Jadi tentu kita sudah tahu konsekuensi itu,” ujar Bayu. 

Kepala DPMPTSP Lalu Gita Ariadi juga menegaskan siap maju di Pilkada Lombok Tengah. Berbeda dengan Bayu, jalur perseorangan bukan pilihannya. Ia akan maju lewat parpol.

Sebelum mendeklarasikan diri maju di Pilkada, Gita ingin memastikan masyarakat Lombok Tengah banyak yang mendukungnya. Terutama juga dukungan parpol. “Saya akan maju jalur parpol. Dan tentu perlu jajaki parpol, respon pasar juga penting jadi pertimbangan,” katanya. 

BACA JUGA: Enam Tokoh Diprediksi Bertarung di Pilkada KLU 2020

Keinginan Gita maju bukan sekedar isapan jempol. Saat ini sudah ada tim yang dibentuk untuk mempersiapkan dirinya terjun ke politik praktis. Mengingat dunia politik membutuhkan perhitungan cermat. Tim yang dibentuk memang belum secara masif. Apalagi saat ini dirinya masih fokus melaksanakan tugas sebagai pejabat Pemprov NTB. “ Tim tipis-tipis dulu saya bentuk. Sambil melihat-melihat arah angin. Di lapangan, suasana masih dinamis pasca Pilpres dan Pileg kemarin. Konfigurasi sosial politik masih perlu diselami dengan baik agar bisa membuat keputusan politik yang akurat,” terang Gita. 

Pejabat Pemprov NTB lainnya, H. Lalu Syafi’i yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bangkesbangpoldagri juga berminat maju di Pilkada Loteng. “Kemungkinan saya maju lewat jalur parpol,” ujarnya. 

Sebelum lebih jauh melangkah, Syafi’i mengaku saat ini dirinya sedang menunggu hasil survei. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengetahui peluang kemenangan.”Sekarang masih nunggu hasil survei dulu. Yang jelas kemungkinan lewat parpol saya maju,” ucap Syafi’i. 

Terpisah, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah memberikan warning bagi Kepala OPD lingkup Pemprov NTB yang ingin maju dalam pilkada serentak. Meskipun begitu, dirinya setuju dan mendukung penuh jajarannya ikut Pilkada. 

Bagi pejabat atau kepala OPD yang ada niat untuk maju, gubernur minta agar siap melepas jabatannya.” Silahkan maju, tapi harus fair lepas jabatan secepatnya. Memang luar biasa Loteng ini banyak calonnya,” kata gubernur. 

Gubernur sendiri tidak ingin nantinya program Pemprov ditunggangi untuk kepentingan politik praktis. “Simpel saja kalau mau maju. Lepas jabatan,” tegas gubernur.(zwr)