Mohan Masih Sulit Dikalahkan

Makmur Jadi Kuda Hitam

H Mohan Roliskana, HL Makmur Said, HJ Putu Selly Andayani
H Mohan Roliskana, HL Makmur Said, HJ Putu Selly Andayani

MATARAM — Genderang mulai ditabuh memperebutkan kursi orang nomor satu di Kota Mataram pada pilkada 2020 mendatang.

Sejumlah bakal calon sudah mulai muncul untuk bertarung. Salah satunya, calon kuat yakni Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Ketua DPD II Kota Mataram ini posisinya masih di atas angin. Ketimbang calon lain, Mohan dipastikan maju setelah berhasil membawa Partai Golkar memperoleh sembilan kursi di DPRD Kota Mataram. Selama ini, Mohan juga lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat tingkat bawah.

Pengamat politik UIN Mataram Agus MSi menilai, calon kuat masih ada di tangan Mohan. Setelah dua kali menjabat menjadi Wakil Wali Kota Mataram namanya masih harum di kalangan masyarakat.

BACA JUGA: Peluang Mohan-Selly Berpasangan Terbuka

Secara aturan, jelasnya, Partai Golkar sudah memenuhi syarat mengusung bakal calon sendiri. Pada pasal 40 UU nomor 8 tahun 2015 persyaratan partai atau gabungan partai untuk mengajukan paslon  sekurang-kurangnya 20 persen kursi dan atau 25 persen suara sah.

‘’Itu jadi modal selama ini suara Golkar di Kota Mataram juga cukup bagus,’’ ucapnya, Kamis (13/6).

Selain itu, program-program yang diusulkan bakal calon akan menjadi acuan pemilih. Mengurus Kota Mataram yang demikian kompleks, sebaiknya Golkar juga mencari mitra dari banyak parpol.

‘’Agar kekuasaan tidak terkonsentrasi pada satu titik karena itu tidak sehat untuk demokrasi,’’ singkatnya.

Beberapa pimpinan partai politik, tengah menyusun strategi untuk melawan Mohan dan mencari kader terbaik partainya untuk bertarung. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Wayan Sugiartha mengatakan, semua kader peluangnya sama. ‘’Ada dua istilah dua kader yakni, kader partai dan kader bangsa. Selama partai membutuhkan kenapa tidak ada peluang PDI perjuangan mengusung ibu Selly,’’ katanya.

Istri ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H Rahmat Hidayat dinilai mampu bertarung melawang H Mohan Roliskana saat ini. Terlebih Selly sudah memiliki pengalaman dan pernah menjabat PLT Wali Kota Mataram pada tahun 2015 lalu. Sehingga persoalan Kota Mataram sudah diketahui.

Selain Mohan, ada juga mantan Sekda Kota Mataram HL Makmur Said yang bisa dibilang kuda hitam. Karena sudah lama tidak terdengar suaranya. Kini mulai muncul mencalonkan diri, bahkan jalur yang dipinang tidak melalui parpol namun independen.

Wayan optimis bisa unggul. Kepercayaan dirinya bertambah berkaca dari Pilkada beberapa daerah di NTB yang dimenangkan PDIP seperti  daerah Sumbawa dan KSB.

“Kita akan coba daerah lain juga untuk pemilu serentak 2020,” ujarnya.

Setelah momen lebaran komunikasi politik akan lebih intens untuk menjalin koalisi dengan sejumlah parpol. Untuk itu, ia meminta semua pihak yang berniat mencalonkan diri mendaftar lewat PDIP, hanya saja ada mekanisme yang harus dilewati.

‘’Kami hanya menjaring, sampai saat ini belum ada. Masih menunggu penetapan KPU,’’ pungkasnya.

Ketua DPC Partai Nasdem Samsul Bahri mengatakan, pihaknya bakal mengusung kader yang akan maju menjadi calon. Keinginan mengusung calon sendiri disebutnya setelah melihat hasil polling dan perolehan suara partai yang paling memungkinkan.

‘’Kita masih tunggu tahapan KPU dulu,’’ katanya.

Senada juga disampaikan Ketua DPC Hanura Sang ketut Dreste. Ia mengatakan, untuk pilkada 2020 saat ini Hanura masih menjaring. Apakah akan koalisi atau tidak, pihaknya masih tunggu tahapan pilkada 2020 mendatang.

‘’Kita tunggu saja, kalau persiapan sudah mulai dilakukan,’’ katanya. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid