Kematian Rani Guru TK Diduga Akibat Dianiaya

JELASKAN: Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa menjelaskan progres kematian Haerani atau Rani (22) guru TK yang tinggal di BTN Citra Persada Medas, Gunungsari, Lombok Barat. (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Teka-teki penyebab kematian Haerani atau Rani (22) guru TK yang tinggal di BTN Citra Persada Medas, Blok S Nomor 5, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) mulai mengerucut. Ini setelah penyidik Polresta Mataram mengumpulkan beberapa saksi dan barang bukti.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa mengatakan, dari sekian banyak saksi yang dimintai keterangan sudah menunjukkan adanya pengerucutan dalam peristiwa kematian Rani. Polisi menemukan kemungkinan adanya tindak pidana yang terjadi.

Namun, hal tersebut masih berupa kemungkinan saja. Untuk lebih valid, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. “Dugaan awalnya itu, yang jelas ada penemuan mayat, luka di tubuh korban. Sampai sekarang kami belum menerima hasil autopsinya, kami masih mengumpulkan alat bukti dan saksi,” ungkap Mustofa saat ditemui di depan Kantor DPRD NTB, Rabu (10/8).

Baca Juga :  Sehari 139 Kasus Positif Baru Covid-19, Lobar Mendominasi

Pada saat ditemukan di kamar mandi, tubuh Rani ditemukan luka. Terlebih lagi di bagian wajah yang penuh dengan luka lebam. Atas temuan awal ini, Mustofa menduga karena telah terjadinya penganiayaan. Tetapi untuk lebih meyakinkan dugaan ini, masih menunggu hasil autopsi yang keluar. “Masih mengumpulkan bukti agar lebih mengerucut lagi, sehingga peristiwa tersebut terungkap,” katanya.

Beberapa waktu lalu, penyidik telah memeriksa sejumlah CCTV di areal tersebut. Hasilnya, belum ditemukan orang yang berperan dalam kematian Rani.

Seperti diketahui, jasad Rani ditemukan pada Jumat (29/7) malam. Yang pertama menemukan jasadnya ialah Nurmah, ibu kandungnya yang tinggal di Ampenan. Ia menemukan jasad anak gadisnya dengan posisi duduk di pojokan kamar mandi, dengan leher dan muka tertutup kain.

Baca Juga :  Tujuh Mayat TKI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Dipulangkan

Dari hari jasad Rani ditemukan, polisi memperkirakan jasad Rani sudah dua hari. Dan pada saat ditemukan juga, jasad Rani sudah mengeluarkan bau. Dari sekian banyak barang milik Rani yang ada di rumah tersebut, tidak ada barang hilang, terkecuali HP Rani yang berjumlah dua unit.

Keberadaan HP inipun masih dilakukan penelusuran. Rani diketahui tinggal sendiri di BTN itu beberapa tahun terakhir. “Kami masih melakukan pengumpulan barang bukti dan hasil autopsi, semoga secepatnya bisa terungkap,” cetusnya. (cr-sid)

Komentar Anda