Keberadaan Sepeda Listrik di Gili Melanggar Perda

LANGGAR: Keberadaan sepeda listrik di Gili Trawangan melanggar perda. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Sepeda listrik kini banyak memasuki kawasan tiga Gili (Meno, Trawangan dan Air).Hal ini bertolak belakang dengan aturan yang selama ini berlaku bahwa tidak diperbolehkan kendaraan bermesin karena menyebabkan polusi.

Terkait hal ini, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) pun mulai mengambil sikap. Kabid Lalu Lintas Darat pada Dinas Perhubungan KLU, Syiham mengatakan bahwa pihaknya bakal membahas persoalan ini bersama pelaku usaha tiga Gili dan pemerintah desa setempat. “Kami sudah undang para pelaku usaha untuk membahas persoalan ini besok di Gili Trawangan,” ungkapnya, Rabu (1/2).

Syiham menjelaskan bahwa fasilitas transportasi di kawasan Gili telah diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2021, dan dalam Perbup No 27 Tahun 2011. Di mana telah disebutkan bahwa kendaraan yang boleh beroperasi di Gili adalah cidomo cup, cidomo dongol, dan sepeda gayung. “Dari aturan itu kendaraan yang bermesin tidak dibolehkan, termasuk sepeda listrik,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Belalang Serbu Persawahan Warga di Akar-Akar

Hanya saja saat ini sepeda listrik sudah banyak yang masuk di Gili. Berdasarkan catatan, di Gili Trawangan saja sepeda listrik telah mencapai ratusan unit. Alasannya bisa masuk Gili, sejauh ini karena sepeda listrik  dikategorikan ramah lingkungan. “Makanya kami membahas ini bersama pelaku usaha dan Pemerintah Desa Gili Indah. Jika memang disepakati sepeda listrik masuk, maka tentunya nanti perlu diatur kembali dalam regulasi yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Janji One Gate System Segera Diberlakukan

Syiham mengatakan bahwa kendaraan yang ada di kawasan Gili juga dikenakan tarif sesuai Perbup Nomor  66 Tahun 2021 tentang tarif retribusi tepi jalan, di antaranya tarif untuk cidomo tertuang sebesar Rp 160 ribu per bulan, tarif sepeda gayung Rp 2.000. “Hanya saja yang baru kita tarik adalah retribusi cidomo. Sementara retribusi sepeda gayung masih dalam pembahasan. Selama ini belum kita tarik padahal jumlah sepeda di sana saat ini mencapai 1.900,”bebernya. (der)

Komentar Anda