Kebakaran di Makkah, Empat TKW Lombok Tewas

Satu Orang Alami Luka-luka

TKW-TEWAS
MENINGGAL : Pihak KJRI Jeddah saat mengunjungi korban kebakaran yang merenggut nyawa empat TKW asal Lombok. (Ist for Radar Lombok)

MATARAM – Musibah kebakaran terjadi di daerah Nakasa, Makkah, Saudi Arabia, 20 Juni 2019. Kebakaran ini menyebabkan empat tenaga kerja wanita (TKW) asal Lombok tewas. Berdasarkan keterangan resmi yang diterima pihak Indonesia, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.

Informasi kecelakaan ini disampaikan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, Yohanes, kemarin. Empat TKW yang menjadi korban adalah warga Lombok Tengah. Mereka adalah Siti Nurjani, warga Lingkungan Meteng Kelurahan Prapen Kecamatan Praya, Tari Asma Yanti warga Dusun Tongkek Desa Btunyale, Ida Royani warga Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah dan Kaini Binti Basar Senah warga Kelurahan Renteng Kecamatan Praya. Ada satu lagi dari luar Lombok yang menjadi korban, namun tidak disampaikan identitasnya. “ Mereka meninggal akibat kebakaran, tapi penyebab terjadinya korslet AC yang mengakibatkan kebakaran belum diketahui,” terangnya kepada Radar Lombok.

TKW-TEWAS
RUMAH DUKA : Rumah duka Siti Nurjani di Lingkungan Meteng Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah didatangi para pelayat kemarin. Siti adalah salah satu TKW korban kebakaran di Makkah. (M. KHAERUDIN/RADAR LOMBOK)

Yohanes mengaku pihaknya sendiri langsung bergerak mencari identitas keluarga korban setelah mendapatkan informasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersiapkan berbagai dokumen seperti surat kuasa pemakaman jenazah di Makkah. “ Info tentang keluarga dari dua orang WNI korban kebakaran di Mekah saya dapat dari kedutaan. Pihak Kedutaan sudah komunikasi dengan keluarga korban,” katanya.

Ditegaskan pula, para korban kebakaran tersebut diduga kuat merupakan TKW ilegal atau non prosedural. Hal itu pula yang membuat pemerintah cukup kesulitan mencari informasi detail identitas mereka. 

Yohanes mengaku juga belum bisa memberikan keterangan terkait proses keberangkatan para korban ke Arab Saudi. “Informasi yang dapat saya sampaikan, sementara ini para korban kebakaran diduga berangkat ke Timur Tengah untuk bekerja secara nonprosedural (ilegal). Kita tunggu saja informasi selanjutnya,” kata Yohanes. 

Untuk diketahui, pemerintah telah memberlakukan moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah seperti negara Arab Saudi. Terutama untuk pekerjaan non formil. Namun hingga saat ini, masih banyak warga NTB yang diberangkatkan ke Timur Tengah dengan cara ilegal. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, M Agus Patria juga telah menerima informasi terkait meninggalnya empat TKW asal Lombok itu. Informasi tersebut didapatkan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. 

WNI yang menjadi korban tersebut kemungkinan besar terjebak di dalam rumah yang terkunci sehingga tidak bisa menyelamatkan diri. “Keempat jenazah dimakamkan di Makkah, pihak keluarga memberikan persetujuan,” ucap mantan Inspektur Inspektorat Provinsi NTB ini. 

Dari sumber lain didapat informasi rumah yang terbakar ini merupakan rumah penampungan TKW yang kabur dari majikannya. Kepala Disnakertrans Lombok Tengah, H. Masrun, mengaku  belum bisa memberikan keterangan banyak soal kejadian ini.” Kita belum mendapatkan data terkait kejadian itu, makanya kita tidak berani menyampaikannya. Namun yang jelas para TKW ini adalah ilegal, karena memang negara Timur Tengah seperti Arab Saudi masih moratorium, artinya TKW tidak diperbolehkan masuk ke negara tersebut,” ungkap Masrun.

Koran ini mendatangi keluarga salah satu korban, Siti Nurjani, yang berada di Kelurahan Prapen kemarin. Rumah duka ramai oleh pelayat. Keluarga mengikhlaskan kepergian Siti Nurjani.

Salah satu anggota keluarga almarhumah, Mustakim, menyampaikan bahwa kejadian ini diketahui setelah diberitahu tetangga yang mendapat informasi lewat media sosial Facebook. Setelah itu keluarga korban dihubungi oleh kerabat yang ada di Saudi. “ Saya mengetahui kejadian yang menimpa almarhum setelah saya selesai salat Jumat, almarhum akan dimakamkan hari ini (Sabtu_red) di Arab Saudi. Kita pihak keluarga mengizinkan almarhumah dimakamkan di Arab Saudi,” ungkap Mustakim.

Siti baru lima bulan di Saudi. Hanya saja keluarga tidak tau almarhumah berangkat lewat perusahaan apa dan beralamat dimana. Informasi yang didapat, almarhumah kabur dari rumah majikan karena pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. “Almarhumah akhirnya tinggal di rumah yang terbakar ini bersama teman-temannya yang lain. Memang mereka sempat diingatkan kalau rumah tersebut sering korslet listrik dan berbahaya untuk ditempati,” tegasnya.

Kepala Dusun Tongkek Desa Batunyale, Dodik Harianto, ketika dikonfirmasi membenarkan salah satu warganya, Tari Asma Yanti, menjadi korban. Yanti berangkat tiga tahun lalu dengan agenda awal umrah.” Dia diam di sana menjadi TKW,” ungkap Dodik.

Informasi yang ia dapatkan, di dalam rumah ada enam orang. “Ada satu orang laki- laki asal Batunyale yang berhasil selamat dan hanya mengalami luka- luka. Sehingga sedang dirawat di rumah sakit di Saudi Arabia,”tegasnya.

Atas kejadian itu, saat ini keluarga korban dan warga sekitar sudah melakukan zikiran dan sudah membuat surat kuasa agar korban bisa dimakamkan di Saudi Arabia. “Sekarang warga sedang melakukan tahlilan di rumah duka. Almarhumah bersama korban lainnya dimakamkan di sana,” jelasnya.

Saat ini ini peristiwa kebakaran masih dalam penyelidikan aparat hukum setempat. Pejabat KJRI Jeddah diwakili KPW, Safaat Ghofur, HoC/PFK2, Ahmad Syofian, dan PFK3, Ainur Rifqie Madani, didampingi Petugas Pembantu Pelayanan Pelindungan WNI (P4W), Suyatno Martolanjar M, sudah mengecek kondisi jenazah.(zwr/met/dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid