KCI-LSI Bantah Hasil Survei Pilkada Lombok Timur

Hasil Survei Dipastikan Hoax

Aji Alfarabi
Aji Alfarabi (dok/)

MATARAM – Beberapa waktu terakhir, secara massif beredar hasil survei yang mencatut lembaga Konsultan Citra Indonesia – Lingkaran Survei Indonesia (KCI-LSI).

Hasil survei tersebut disebarkan dan dimainkan oleh para tim sukses untuk menggiring opini di masyarakat.  Isi hasil survei tersebut tentang elektabilitas pasangan calon yang bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lombok Timur tahun 2018.  “Survei yang beredar di sosial media itu hoax atau tidak benar,” tegas Direktur KCI-LSI, Aji Alfarabi kepada Radar Lombok Senin kemarin (26/2).

Berdasarkan hasil survei yang disebar itu, tercantum tanggal 12 Februari 2018. Sebanyak 4 pasangan calon (Paslon) memiliki elektabilitas berbeda-beda. Namun, semua data tersebut dipastikan tidak benar karena dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Menurut Aji Alfarabi, KCI-LSI tidak pernah melakukan survei di tanggal 12 Februari 2018. Pihaknya juga sangat menyembunyikan hasil survei sehingga tidak mungkin bocor kepada tangan-tangan jahil yang tidak berkepentingan langsung. “Jadi survei itu disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Sebagai lembaga resmi yang memiliki kredibilitas di Indonesia, KCI-LSI biasanya mengeluarkan hasil survei dengan merilis survei secara mendetail. Pihaknya juga sudah pasti akan mengundang seluruh media apabila akan merilis sebuah hasil survei.

Dalam survei yang ternyata hoax tersebut, beberapa paslon memiliki potensi menang cukup besar. Mengingat, perbedaan antara paslon satu dengan yang lainnya tidak terpaut jauh. Hal itulah yang dimainkan oleh para tim sukses untuk merasionalisasikan data sesuai dengan kepentingannya.

Aji sendiri tidak bisa tinggal diam atas pencatutan lembaga KCI-LSI. Dirinya meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak percaya terhadap hasil survei tersebut. “Sumbernya kan belum jelas juga, kita tidak tahu siapa yang bertanggungjawab,” katanya.

Pasangan HM Sukiman Azmy dan H Rumaksi (Sukma) dalam survei tersebut paling tinggi elektabilitasnya. Paslon yang mewakili wilayah selatan dan utara itu mendapatkan elektabilitas mencapai 29,64 persen.

Presentase elektabilitas Sukma, tidak terpaut jauh dengan paslon H Syamsul Luthfi dan H Najamudin (Fiddin) yang mengantongi 26,22 persen. Kemudian disusul paslon H Haerul Warisin dan H Machsun Ridwainny (Harum) sebesar 18,08 persen.

Untuk pasangan independen, yaitu Adi Masadi dan Habibi (Alhabib) elektabilitasnya tertinggal jauh. Alhabib hanya mendapatkan 4,78 persen saja. “Kalau dijelaskan atau dipresentasi langsung oleh salah satu calon soal hasil survei yang mencatut lembaga KCI-LSI, kita pasti akan tuntut. Tapi ini kita tidak tahu siapa yang sebarkan,” ucap Aji Alfarabi.

Oleh karena itu, pihaknya hingga saat ini belum berencana untuk membawa masalah tersebut ke ranah hukum. Hal yang terpenting untuk diketahui oleh masyarakat, bahwa hasil survei yang beredar selama ini tidak benar. “Kita selesaikan masalah ini secara baik-baik, tidak sampai ke ranah hukum untuk kita tuntut. Yang penting masyarakat tahu bahwa itu tidak benar,” tutupnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut