Kader Ancam Boikot Dukung Suhaili

Kader Ancam Boikot Dukung Suhaili
DIALOG: Puluhan kader Golkar Kota Bima bertandang ke kantor Golkar NTB terkait kisruh kepengurusan Golkar Kota Bima dan penetapan Muhamamad Lutfi sebagai calon walikota. (Yan/Radar Lombok)

MATARAM–Nyaris satu tahun lebih kisruh di DPD Partai Golkar Kota Bima tak kunjung terselesaikan.

Rabu kemarin (9/8), sekitar 50 kader Partai Golkar Kota Bima sambangi kantor DPD Partai Golkar NTB. Mereka berasal dari Pengurus Kelurahan dan Kecamatan yang ada di Kota Bima. Tujuan mereka untuk bertemu langsung ketua DPD Partai Golkar NTB, Suhaili FT.

Mereka kecewa dengan kepemimpinan Suhaili FT di Partai Golkar yang tak kunjung memberikan kepastian dan penyelesaian terkait ada dualisme kepengurusan di tubuh PAC di Kota Bima.

“Kita sangat kecewa dengan terus berlarut-larut kisruh di Golkar Kota Bima,” kata Muhammad Sahrir, Pengurus Kelurahan Serai Kota Bima mewakili rekannya, di kantor DPD Partai Golkar NTB.

Kedatangan kader Golkar Kota Bima tersebut diterima Ketua Harian, Abdul Hafid. Ia mengatakan, Suhaili  sebagai ketua Golkar NTB sudah sering kali berjanji menuntaskan ada dualisme kepengurusan PAC. Namun, hingga saat ini kisruh yang ada Golkar Kota Bima berlarut-larut.

Ada kesan seolah-seolah Golkar NTB melakukan pembiaran terhadap terus berlarut-larutnya kisruh tersebut. Pihaknya di tingkat pengurus bawah sudah lelah dan capek dengan kisruh tersebut.

“Pak Suhaili beberapa kali berjanji mau ketemu dengan kita. Tapi tidak pernah dipenuhi. Padahal kita kader di bawah ujung tombak partai,” tandasnya.

Selain kecewa dengan kisruh di Golkar Kota Bima. Mereka pun kecewa dengan keputusan DPP Partai Golkar menetapkan dukungan kepada Muhammad Lutfi sebagai calon Walikota Bima.

Ia menilai, penetapan dukungan bagi Muhammad Lutfi di Pilkada Kota Bima, tidak sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku di internal Partai Golkar yang sudah diatur dalam Petunjuk Organisasi (PO).

“Kita merasa sebagai kader di tingkat bawah tidak pernah diminta saran dan pendapat. Tiba tiba sudah ada keputusan rapat pleno,” sesalnya.

Andai aspirasi disampaikan tidak ditanggapi serius Golkar NTB, mereka mengancam memboikot dukungan ke Suhaili di Pilkada NTB. dipastikan jajaran kader Golkar Kota Bima tidak akan memilih sosok bupati Lombok Tengah itu.

Dalam pertemuan tersebut sempat terjadi ketegangan. Mereka tidak puas dengan jawaban yang diberikan Ketua Harian Misbah Mulyadi dan Wakil Ketua Bidang OKK, Abdul Hafid. Tidak puas mereka pun memukul meja.

Misbah Mulyadi berjanji segera akan memfasilitasi pertemuan kader Golkar dengan Suhaili FT. “Kita akan jadwalkan dengan Pak Ketua (Suhaili),” terangnya.

Terkait keputusan dukungan kepada Muhammad Lutfi di Pilkada Kota Bima. Ia menegaskan, itu sudah melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku di internal Partai Golkar.

DPP Partai Golkar pun memastikan sudah final mengusung Muhammad Lutfi. “Sudah sesuai prosedur, apa mau dipersoalkan,” tegasnya.

Tak puas dengan jawaban tersebut. Mereka pun mengancam bakal menginap di kantor DPD Partai Golkar NTB. “Pokoknya kita mau ketemu Pak Ketua. Jika tidak mau ketemu, kita nginap di kantor ini,” pungkas Sahrir. (yan)