Kampus Unram Dipastikan Bebas Kelompok Radikal

Rektor Unram
Universitas Mataram

MATARAM—Sekitar lima tahun lalu, wajah kampus Universitas Mataram (Unram) bisa dibilang “angker”. Ini karena tidak sedikit mahasiswanya yang masuk dalam jaringan faham Islam radikal.

“Memang beberapa tahun yang lalu sempat kampus kita menjadi lahan empuk para kelompok Islam radikal,” kata Rektor Unram Prof. Ir. H. Sunarpi PhD, Selasa (6/6).

Hadirnya faham Islam radikal di kampus ini tidak lepas dari peran mahasiswanya. Katanya, mahasiswa Unram disebutnya tidak sedikit yang bergabung dengan faham Islam garis keras tersebut.

Saat ini, lanjutnya, wajah angker Unram itu perlahan sudah mulai disapu bersih. Mahasiswa yang berafiliasi dengan faham Islam radikal lambat laun bisa diatasi.

Sunarphi mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan menyingkirkan faham itu adalah dengan lebih selektif dan teliti melihat aktivitas kemahasiswaan. Pihak kampus juga sangat waspada melihat aktivitas keagamaan yang dilakukan mahasiswa.

“Kita sekarang lebih teliti dan hati hati berikan mahasiswa ijin untuk berkegiatan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unram, DR. Muhammad Natsir mengatakan, tugas Unram adalah menangkal faham radikal. Langkah ini dilakukan melalui kegiatan Opspek di kampus itu.

“Kita berikan mahasiswa wawasan kebangsaan. Pematerinya kita datangkan dari polisi, BNN dan stakeholder terkait,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemetaannya, indikasi adanya faham radikal di kampus Unram sudah tidak ada lagi. Beberapa pengalaman yang dihadapi membuat pihaknya kini semakin jeli dengan faham dIslam garis keras. (cr-rie)

BACA JUGA :  Usulan Guru PNS Tertahan