UNU NTB Hadir untuk Tangkal Radikalisme

UNU NTB

MATARAM—Faham Islam garis keras atau lazim disebut faham radikal menjadi momok di Indonesia. Faham ini dalam desain global hendak merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Itulah kenapa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) hadir di NTB. tujuannya tidak lain adalah salah satunya menangkal Islam garis keras,” ungkap Wakil Rekotor II UNU NTB, Bq Muliana, Senin (29/5).

Di NTB, terangnya, Islam garis keras disinyalir sudah menyebar. Bahkan daerah ini dicap sebagai salah satu basis “endemi” faham tersebut.

Muliana lalu menunjuk Bima yang kerap kali kecolongan karena adanya orang-orang berfaham garis keras tersebut. Ini ditandai dengan beberapa kali gembong pelaku teror ditangkap di daerah tersebut.

Menangkal radikalisme, jelasnya, sudah banyak dilakukan oleh UNU NTB. beberapa pola yang diterapkan yakni dengan melakukan dialog dan diskusi-diskusi.

Pihaknya juga sudah mulai menangkal faham tersebut melalui metode pembelajaran saat mahasiswa berada di kelas. Pada kesempatan itu, disebutnya para dosen diberikan arahan agar dogma-dogma terkait faham radikal ditiadakan.

“Sebelum dosen kita mulai mengajar, mereka akan diberikan juga pemahaman terkait bahaya faham radikal itu,” tambahnya.

Sementara itu, dosen seni UNU NTB, Yuga Anggana mengatakan, selaku dosen seni ia mengaku melihat pertebaran faham radikal membuatnya geli sekaligus geram. Ia melihat para penganut kelompok radikal tak sedikit pun ada darah seni mengalir dalam diri mereka.

“Karena bahayanya faham ini, kerap kali konteks seni saya kaitkan dengan radikalisme kala mengajar,” ungkapnya.

Kehadiran UNU di NTB, sebutnya, lambat laun akan sangat vital bagi keragaman. Terlebih organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan payung UNU NTB dikenal sebagai ormas yang toleran dan menghargai perbedaan. (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid