Kades dan Ketua BPD Se-Lobar Ikut Tes Urine

TES URINE : Bupati Lobar H. Fauzan Khalid ikut tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Giri Menang kemarin (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG – Ratusan Kepala Desa (Kades) dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Lombok Barat mengikuti tes urine mendadak yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional (BNN) usai kegiatan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar BNN bersama  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Barat di aula kantor Bupati Lobar, Senin (21/11).

Dari total 179 orang yang tes urine, satu sampel urine dinyatakan positif. Namun belum bisa dipastikan apakah penyebab positifnya urine tersebut dikarenakan penyalahgunaan Narkoba ataukah telah mengkonsumsi obat-obatan tertentu. “Ada 179 orang jalani tes urine. Satu urine dinyatakan positif,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB Anggraini Ninik.

Dikarenakan belum bisa dipastikan lanjutnya, maka pihaknya akan melakukan assessment kepada yang bersangkutan. Itu untuk mengetahui apakah positif urine karena penyalahgunaan Narkoba ataukah karena obat-obatan yang disarankan dokter.

Dalam tes urine ini sendiri, Bupati H. Fauzan Khalid didampingi Kepala BNNP NTB, Kombes Pol Sriyanto ikut melakukan tes urine. Fauzan bersama Sriyanto masuk ke toilet wanita. Beberapa saat kemudian, Fauzan keluar dengan urine lebih dari setengah tabung. “Disuruh banyak-banyak tadi,” ungkap Fauzan.

Fauzan menerangkan, tes urine ini adalah tindak lanjut dari komitmen bersama waktu diundang Gubernur NTB. Fauzan pun mengharapkan agar jajaran Kades dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Menurutnya, sebagai aparat pemerintah, penyalahgunaan Narkoba harus ditegakkan mulai dari jenjang pemerintah paling bawah. Apalagi peredaran Narkoba saat ini, sudah menyebar ke semua desa di Lobar. “Kalau dulu hanya di kota, sekarang Narkoba sudah masuk desa. Bahkan semua desa di Lobar tidak luput dari peredaran,” ujarnya.

Ditambahkan Fauzan, silahkan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga terkena penyalahgunaan narkoba untuk melaporkan kepada BNN, untuk direhabilitasi. Hal itu lebih baik, ketimbang nantinya berbuntut panjang jika ditemukan BNN dalam suatu operasi. “Jadi laporkan, jangan didiamkan. Semakin didiamkan, semakin akut. Lama-kelamaan akan meninggal,” jelasnya.

Sementara itu Sriyanto mengatakan, tes urine ini dilakukan sebagai upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di jajaran pemerintahan Lobar. Pihaknya juga akan menggelar tes urine secara berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan instansi pemerintah tetapi juga bagi pelajar, karyawan swasta dan masyarakat.

Diterangkannya, penyalahguna Narkoba di NTB saat ini lebih dari 55 ribu orang. Tahun ini saja ada 800 pengguna Narkoba masuk rehabilitasi. Sementara BNN NTB sendiri dijatah anggaran hanya untuk 600 penyalahguna untuk direhabilitasi. Tetapi tetap diterima untuk direhabilitasi.

Sriyanto sendiri mengingatkan Kades yang hadir untuk selalu mengawasi pergaulan anak-anak mereka pada saat di luar. Mereka diminta agar membatasi anak-anak mereka untuk tidak terlalu bebas bergaul, sehingga bisa menimbulkan hal-hal negatif.

Pantauan koran ini di lokasi tes urine, satu pintu masuk dan satu pintu keluar dijaga ketat. Mereka tidak diperbolehkan keluar sebelum selesai melakukan tes urine dan menyerahkan hasilnya kepada petugas. Satu persatu mereka diminta keluar untuk menyerahkan identitas yang ditulis pada selembar kertas, baru kemudian mengambil tabung plastik sebagai wadah urine. Antrean panjang pun sempat membuat sejumlah orang tidak sabaran.(zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid