Juara II, Sulis Lanjutkan Karir di Ibu Kota

Matur Tampiasih Masyarakat NTB

AKAN TERUS BERKARIR: Sulis (kanan) didampingi manajer Lima Komalasari (kiri) ketika masih berada di Lombok. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

SELONG – Sulistia Wati keluar sebagai  juara II di grand final LIDA Indosiar. Nama Sulis pun kini begitu digandrungi oleh masyarakat NTB, khususnya Lombok Timur. Keberhasilan Sulis bisa tembus ke grand final tentunya telah melalui perjuangan yang begitu panjang. Capaian ini lantas menjadi kebanggan tersendiri bagi NTB, khusus orang tua dan keluarganya di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia.

Keluarga Sulis pun tak bisa menyembunyikan perasaan haru dan bahagia melihatnya bisa seperti sekarang. Mereka sama sekali tidak bisa menyangka gadis yang tercatat sebagai Mahasiswi Universitas Hamzanwadi bisa tembus sampai ke grand final. Rasa syukur dan juga ucapan terima kasih ke masyarakat NTB yang telah mendukung Sulis terlontar dari pihak keluarga. “Meski juara dua, kami keluarga sangat bangga. Sulis mampu mengharumkan NTB dan Lotim khususnya lagi Desa Dasan Lekong. Kami juga sangat berterima kasih ke semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungan untuk Sulis,” ucap Muhammad Serah, paman Sulis.

Serah menambahkan, bakat menyanyi dan suara merdu yang dimiliki Sulis merupakan anugrah yang diberikan Allah SWT. Terlebih lagi dari unsur keluarga tidak ada satu pun yang memiliki latar belakang sebagai seorang penyanyi seperti Sulis. Ibunya Sulis hanyalah ibu rumah tangga biasa yang aktivitas kesehariannya merupakan pedagang.

BACA JUGA :  Usut Tuntas Temuan Invoice Fiktif Anggota DPRD NTB dan Program Beasiswa

Begitu pun juga dengan sang ayah, juga adalah orang biasa. Tapi di balik itu, Sulis telah mampu mengangkat nama baik keluarga melalui seni musik yang sekarang ini sedang digeluti. “Keluarga Sulis petani dan kehidupan juga pas-pasan,” lanjut Serah.

Mewakili keluarga, Serah berharap Sulis akan semakin maju dan berkembang ke depan. Apapun keputusan yang diambil Sulis keluarga pasti memberikan dukungan penuh. Namun yang utama ia meminta kepada keponakannya itu supaya menjaga akhlak dan menjadi dirinya sendiri. Sebab akhlak merupakan kunci utama seorang itu untuk meraih kesuksesan. “Termasuk juga supaya jangan sampai melupakan ibadah. Bagaimana pun pintar dan suksesnya, kalau tidak berakhlak maka tidak ada gunanya dan akan menjadi sampah masyarakat. Kalau mau melanjutkan karirnya di Jakarta silakan,” tutupnya.

Sementara itu, Manajer Sulis, Lina Komalasari mengaku sangat bersyukur meski Sulis hanya menjadi juara II di LIDA 2021. Capaian ini merupakan tonggak sejarah bagi NTB, khusunya Lotim. ‘’Dan ini akan memotivasi anak-anak muda di NTB yang berbakat di sektor musik supaya nantinya akan ada lagi muncul Sulis berikutnya,’’ harapnya.

Melihat perjalanan mengikuti ajang ini, lanjut dia , Sulis telah mengalami kemajuan yang pesat. Baik itu dari kualitas suara, terutama mentalnya tampil di publik yang semakin matang. Di mana Sulis telah dilatih dan didik dengan begitu profesional selama menjalani karantina dan pelatihan di LIDA. “Begitu pun dari segi komunikasi juga telah terjadi peningkatan. Penampilan begitu meningkat mulai dari awal sampai bisa masuk grand final,” imbuh dia.

BACA JUGA :  JPN Kejati NTB Panggi PT GTI

Lina mengaku tahu betul seperti apa perjuangan Sulis dari awal untuk bisa masuk ke ajang ini. Terlebih, ketika itu belum ada yang mengenal Sulis. Ia bersama Sulis tak putus semangat untuk mencari dukungan dan sponsor ke berbagai pihak.

Mewakili Sulis, ia tetap berterima kasih kepada semua pihak yang tak hentinya memberikan dukungan kepada Sulis. “Tanpa Sulis Official, mungkin Sulis bukan siapa-siapa,’’ tambahnya.

Setelah ajang ini berakhir, Sulis akan tetap melanjutkan karirnya di sektor musik dan tarik suara. Bahkan Sulis dipastikan akan tetap melanjutkan karirnya di ibu kota Jakarta. “Karena ini adalah dunia Sulis. Kita berharap Sulis terus berkarir. Kita lihat peluang juga sangat besar untuk berkarir di sana. Sebagai manajer, saya ucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat NTB, terutama yang ada di Lombok Timur,” tutup Lina. (lie)