Jamaah Haji NTB Mulai Berangkat 12 Agustus

Jamaah Haji NTB Mulai Berangkat 12 Agustus
JAGA KESEHATAN : Ibadah haji membutuhkan fisik yang sehat dan kuat, nampak jamaah haji asal NTB tahun lalu kelelahan saat berada di Mina. (dok/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jamaah Calon Haji (JCH) NTB pada tanggal 12 Agustus 2017.

Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah (Kanwil) Provinsi NTB, H Nasrudin menyampaikan,  JCH kloter pertama, itu sudah masuk asrama tanggal 11 Agustus. Dan keesokan harinya, tanggal 12 Agustus sudah diberangkatkan ke Jeddah.

Ibadah haji tahun ini, embarkasi Lombok terdiri dari 11 kloter seperti tahun lalu. Apabila kloter pertama berangkat tanggal 12 Agustus, maka dijadwalkan tiba kembali di Indonesia pada tanggal 22 September. Sedangkan kloter 10 dan 11 yang akan berangkat tanggal 25 Agustus, akan kembali tanggal 5 Oktober.

Menurut Nasrudin, jumlah jamaah haji embarkasi Lombok tahun 2017 sebanyak 4.509 orang, termasuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). “Setiap kloter jumlahnya 450 orang, kecuali kloter 10 dan 11 yang disesuaikan dengan kondisi nantinya,” kata Nasrudin.

Lebih lanjut dipaparkan, jumlah jamaah haji dari Kota Mataram sebanyak 643 orang. Tergabung dalam kloter pertama dan kloter 7, 10 dan kloter 11. Jamaah dari Lombok Tengah 1.015 orang, masuk dalam kloter 2, 6, 9 dan 10.

Berikutnya Lombok Barat 634 orang pada kloter 4 dan 10, Lombok Timur 1.70 orang tergabung dalam kloter 3, 6, 9 dan 11, Kabupaten Bima 382 orang tergabung pada kloter 8 dan 9, Kabupaten Sumbawa 349 orang di kloter 7.

Baca Juga :  Kisah Haru Buruh Kasar Pasar Mandalika Bisa Naik Haji

Kemudian Kabupaten Dompu 89 orang di kloter 8, Kota Bima 167 orang di kloter 9, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 84 orang di kloter 7, Kabupaten Lombok Utara (KLU) 67 orang di kloter 10. “Saat ini kita sedang fokus selesaikan soal paspor dan visa,” ucap Nasrudin.

Diakuinya, hingga saat ini baru 6 kloter saja yang paspornya telah dikirim ke Jakarta. Sementara sisanya masih dalam proses dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. “Insya Allah sisanya kita akan selesaikan tanggal 5 Juli 2017, tinggal nominatif berikutnya dikirim ke Jakarta,” jelasnya.

Nasrudin juga mengingatkan kepada seluruh jamaah haji untuk menjaga kesehatannya. Persiapan kesehatan sejak dari tanah air sangat penting, mengingat kondisi di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Calon jemaah haji jangan sampai kelelahan menjelang keberangkatan. Tradisi masyarakat yang  menggelar tasyakuran atau jamaah haji menerima  banyak tamu, tidak boleh mengganggu waktu istirhat. “Imbauan saya, mengingat keberangkatan semakin dekat, agar seluruh jamaah betul-betul menjaga kesehatan. Karena ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesehatan fisik,” ujarnya.

Baca Juga :  Ali BD Optimis Proyek Labuan Haji Tepat Waktu

Selain itu, penting juga bagi jamaah untuk melihat kemampuannya terhadap rukun haji. Jamaah harus telah menguasai mana ibadah-ibadah yang wajib dan juga sunnah. “Semoga saja semuanya lancar, itu harapan kita bersama,” tandasnya.

Salah seorang jamaah haji asal Lombok Timur, Muhammad Bin Sanudin Ali berharap agar petugas tidak bosan-bosan memberikan arahan kepada jamaah. “Saya ini kan pertama kali pergi haji, jadi butuh bimbingan. Alhamdulillah semua proses sudah saya ikuti selama ini, tapi tentu kita juga tetap butuh bimbingan nantinya,” kata Muhammad.

Muhammad sendiri sangat bersyukur bisa berangkat haji tahun ini. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai petani, sejak lama sangat mendambakan bisa menunaikan rukun Islam kelima itu dan mendapatkan haji yang mabrur.

Seperti diketahui, tahun 2017 ini biaya pelaksanaan ibadah haji sebesar Rp 38.239.100 untuk embarkasi Lombok. Terjadi kenaikan sebesar Rp 510.139 dibandingkan 2016 lalu. Embarkasi Lombok sendiri paling mahal kedua setelah embarkasi Makasar. Kemudian barulah Balikpapan sebesar Rp 38 juta, Banjarmasin Rp 37,7 juta, Surabaya dan embarkasi Solo dalam kisaran Rp 35,6 juta. (zwr)

Komentar Anda