Jamaah Dapat Tambahan Makanan

Ilustrasi Jamaah Haji

JAKARTA – Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia akan dapat tambahan makanan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Selain tambahan makanan berat untuk welcome diner, ada pula snack untuk sarapan pagi.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Sri Ilham Lubis menjelaskan, ada peningkatan layanan katering di Makkah. Jika tahun-tahun sebelumnya JCH hanya mendapat 24 kali makan, tahun ini ditambah satu kali. Penambahan itu diberikan saat jamaah baru datang atau akan meninggalkan Makkah.

Layanan katering bagi diberikan dua kali. Yakni untuk makan siang dan makan malam. Makan siang disuguhkan mulai pukul 08.00-14.00 dan makan malam pada pukul 16.30-21.00 waktu setempat. Untuk makan siang, JCH disuguhi menu nasi, satu jenis lauk, satu jenis sayur, buah, dan air mineral. Sedangkan menu makan malam, ada nasi dengan dua jenis lauk, sayur, buah, dan air mineral.

Masakan tersebut akan berbeda-beda pagi dan malamnya, begitu pula tiap harinya. Dengan begitu, JCH tidak akan bosan. Yang pasti, semuanya adalah menu khas Indonesia. Tahun ini, ada menu baru yang diberikan saat jamaah berada di Makkah. Yakni, olahan tempe dan tahu. Sri menuturkan, menu tempe dan tahu jadi yang pertama selama penyelenggaraan haji berlangsung. ”Belum pernah ada. Banyak yang request karena kadang suka kangen,” katanya.

Selain itu, ada tambahan lagi. JCH akan menerima snack berupa roti yang diberikan untuk sarapan pagi selama di Makkah. Pemberiaan sarapan itu juga pertama kali dilakukan. Dipastikan, tak ada penambahan anggaran konsumsi untuk peningkatan layanan itu. Kemenag sendiri telah menyelesaikan kontrak dengen penyedia ketering selama penyelenggaraan haji berlangsung. Di Makkah, Kemenag bekerja sama dengan 28 perusahaan ketering, 13 di Madinah, 18 di Armina, dan 1 di Jeddah.          ”Ada peningkatan, sebelumnya hanya dengan 23 perusahaan. Tahun ini jadi 28 karena ada penambahan kuota jamaah,” jelas perempuan berkerudung itu.  Seperti diwartakan, tahun ini jumlah kuota jamaah haji Indonesia meningkat tajam menjadi 221 ribu. Jumlah itu berasal dari pengembalian kuota awal seperti semula dan tambahan 10 ribu hasil negosiasi pemerintah. Para jamaah mulai diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 28 Juli 2017 untuk gelombang I. Rombongan bertolak dari Tanah Air langsung menuju Madinah. Disusul gelombang II pada 12 Agustus 2017 dari Indonesia menuju Jeddah. (mia/oki)