Jadwal Pendaftaran CPNS Diundur

Ilustrasi CPNS
Ilustrasi CPNS

MATARAM – Pemerintah telah menetapkan jadwal pembukaan pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tanggal 19 September. Namun untuk NTB jadwalnya diundur karena berbagai masalah.

Pelaksanaan pendaftaran CPNS terpaksa diundur karena terjadi berbagai masalah dalam hal formasi di tingkat pemerintah pusat dalam hal ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB H. Fathurrahman menyampaikan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Kementerian PAN-RB. “ Kalau melihat formasi yang belum klir, kemungkinan bisa mundur untuk pendaftarannya,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Senin (17/9).

Menurut mantan Kepala Biro Umum ini, di NTB semua formasi pada 11 entitas pemerintah daerah bermasalah. Kondisi tersebut tentu saja tidak bisa dipaksakan untuk tetap dilakukan pendaftaran mulai tanggal 19 September besok. Total kuota CPNS untuk NTB sebanyak 2.915 CPNS. Untuk lingkup Pemprov NTB, jumlah kuota yang tersedia 332, kemudian Lombok Tengah 481, Lombok Barat 185, Lombok Timur 225, Kabupaten Lombok Utara (KLU) 264 dan Kota Mataram 262.

Berikutnya di Kabupaten Bima 352, Kota Bima 198, Dompu 183, Sumbawa 217 dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 226.”Kemungkinan bisa seluruh Indonesia diundur. Tapi ada info, bagi Pemda yang tidak bermasalah tetap membuka pendaftaran tanggal 19 September,” terang Fathurrahman.

Kekeliruan formasi yang dimaksud, salah satunya terkait dengan lokasi penempatan yang akan diperebutkan. Terdapat kurang sinkron antara jabatan yang dilamar dengan penempatan nantinya. Fathurrahman mencontohkan di lingkup Pemprov NTB, terdapat formasi untuk guru SMA/SMK. Namun syaratnya harus lulusan PGSD. Sementara PGSD sendiri hanya untuk guru SD dan SMP. “ Kemudian ada yang salah kaitan dengan guru Bahasa Inggris, tapi penempatannya untuk SMK Bahasa Indonesia,” paparnya.

Untuk formasi lingkup Pemprov NTB yang jumlahnya 332 kursi, terdiri dari tenaga guru dan tenaga kesehatan. Baik itu jalur umum maupun jalur khusus. Formasi tenaga guru, untuk S1 PGSD 30 orang, Guru Agama Islam 19 orang, guru agama Hindu 1 orang, Budha 1 orang, Katholik dan guru agama Protestan juga masing-masing 1 orang. Kemudian guru Bahasa Indonesia 22 orang, Bahasa Inggris 11 orang, Bahasa Jepang 1 orang, guru Bimbingan Konseling 17 orang, guru Fisika 11 orang, Geografi 5 orang, guru Kimia 7 orang, guru Matematika 16 orang, guru Penjas 18 orang, guru PPKN 10 orang, guru sejarah 10 orang, Seni Budaya 8 orang, Sosiologi 9 orang. Selanjutnya guru Multimedia 8 orang, guru Rekayasa Perangkat Lunak (TIK) 3 orang, teknik 7 orang dan lain-lain. “ Hampir seluruh Pemda ada masalah kekeliruan formasi antara jabatan yang dilamar dengan penempatan,” tegas Fathurrahman.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk mencari kejelasan dan solusi. “ Makanya seluruh perwakilan provinsi, kabupaten dan kota sedang di Jakarta untuk konfirmasi. Nanti setelah klir diinfokan,” tutupnya.

Salah seorang warga Lombok Timur, Munawar berharap pelaksanaan pendaftaran CPNS tidak terlalu lama molor.”Kemarin kan sudah berkali-kali diundur. Sekarang setelah formasinya jelas, masa molor lagi,” ungkap honorer guru ini.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut