Isu Harga Tembakau Turun, Petani Lombok Timur Resah

Ketua APTI Lotim Bantah

Isu Harga Tembakau Turun, Petani Lombok Timur Resah
PETANI TEMBAKAU: Salah satu petani tembakau asal Kecamatan Jerowaru, Lotim, sedang memikul tembakaunya untuk dijual secara basah, karena takut kalau menunggu kering harganya akan turun. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sejumlah petani di Lotim mulai resah, setelah mendengar isu harga tembakau pada bulan Oktober akan mulai turun. Alhasil, para petani pun berusaha menjual lebih cepat tembakaunya, agar memperoleh harga yang sedikit lebih mahal.

Keresahan itu disampaikan salah satu petani asal Tambun, Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Amaq Sehan. Pihaknya mengaku terpaksa menjual tembakaunya lebih cepat, agar tidak tidak mengalami kerugian. ”Informasi yang kita dapat di bulan Oktober ini harga tembakau mulai turun,” katanya Sabtu  lalu (30/9).

Saat ini lanjutnya, harga tembakau bisa tembus Rp 45 ribu perkilogram. Namun  dia mendengar khabar kalau pada bulan Oktober harga tembakau akan mulai berkurang. Sehingga untuk menghindari harga yang rendah, banyak petani yang akhirnya melakukan panen muda.

”Dulu biasanya kita para petani memanen sekali seminggu. Tapi saat ini kita panennya dua kali seminggu, untuk menghindari harga yang diperkirakan akan turun,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lotim, Lalu Sahabudin membantah akan ada penurunan harga tembakau. Menurutnya, harga tembakau masih normal dan relatif tinggi. Bahkan saat ini harga bisa mencapai Rp 47 ribu perkilogram.

1
2
3
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid