Incinerator TPA Terara Kekurangan Sampah

PENGOLAH SAMPAH: Kepala Desa Terara, Ikhwan, dan Kepala Puskesmas Terara, tapka foto bersama di depan mesin pengolah sampah yang dimiliki oleh Pemdes Terara, sehingga dapat membebaskan desanya dari permasalahan sampah (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pada saat banyak daerah disibukkan dengan permasalahan sampah, namun tidak demikian halnya dengan Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lotim. Justeru saat ini pihak desa mengaku kekurangan sampah. Alhasil, mesin pengolah sampah atau incinerator yang sudah dimiliki oleh desa hanya bisa beroperasi sekali dalam seminggu.

Kepala Desa Terara, Ihkwan mengatakan sejak mesin pengolah sampah telah beroperasi, maka sampah-sampah yang ada di sepanjang jalan desa kini sudah teratasi. Namun yang menjadi kendala saat ini, mesin pengolah sampah tidak bisa operasi lantaran desa kekurangan sampah. “Mesin sampah yang ada saat ini bisa mengolah berapapun sampah yang ada. Namun kendalanya sampah yang hendak diolah ini yang tidak ada,” ungkapnya, Senin (13/3).

Dikatakan, jika sampah menumpuk dan banyak di masyarakat, maka mesin pengolah sampah ini akan bisa beroperasi setiap hari. Dimana dari hasil pengolahan sampah ini nantinya akan digunakan sebagai salah satu campuran pembuatan bahan bangunan seperti batako dan lainnya. ”Sejak kita coba kemarin, abu sampah ini belum bisa keluar, karena sampah masih kurang,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”tpa”]

Untuk biaya operasional sampah, pemerintah desa sendiri sudah membuatkan Perdes, dimana masyarakat Desa Terara diminta uang kontribusi sebanyak Rp 5 ribu perbulan. Uang ini nantinya akan digunakan untuk biaya operasional mesin pengolahan sampah, sebagai salah satu cara mengatasi sampah desa.

Selain bersih dari sampah, keberadaan mesin pengolahan sampah ini juga akan menghasilkan uang. Dimana sampah-sampah yang bisa didaur ulang atau dijual akan dipilah dan dikumpulkan oleh petugas. “Jadi mana sampah-sampah yang bisa kita jual dipilah dan dikumpulkan, sehingga masyarakat desa mendapat keuntungan,” jelasnya.

TPA yang berada jauh dari rumah warga ini tentunya bebas dari polusi. Pasalnya asap sampah yang keluar dari TPA ini sama sekali tidak berbau, meski sampah-sampah yang dimasukkan merupakan sampah jelek, dan bukan sampah organik saja. “Mesin yang ini tentunya merupakan mesin yang bebas dari polusi dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Namun kedepan pemerintah desa akan mencoba bekerja sama dengan desa-desa yang lain, sehingga bisa mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kecamatan Terara. ”Namun untuk saat ini kami belum bisa membuat MoU dengan desa lain, karena akan fokus dengan sampah-sampah yang ada di Desa Terara sendiri, agar benar-benar bisa teratasi,” ungkapnya.

Sementara Kepala Pukesmas Terara melalui Bidang Kesehatan Lingkungan, Lalu Muhammad Yunus, mengatakan bahwa Desa Terara merupakan salah desa yang ditunjuk untuk menjalankan gerakan membumikan STBM lima pilar. ”Jadi di Kecamatan Terara ada lima desa yang menjalankan program Sehati Lima Pilar, yaitu Desa Terara, Desa Santong, Desa Larang Tengah, Desa Kalianyar, dan Desa Embung Tandong,” ujarnya.

Adanya TPA yang dibangun oleh Desa Terara ini, pihaknya mengaku merasa terbantu oleh mesin pengolahan sampah tersebut. Pasalnya sejauh ini pihak Puskemas sendiri tidak mempunyai TPA sebagai tempat membuang sampah. ”Pihak Puskesmas sangat berterima kasih dengan TPA Desa Terara ini. Namun kalau untuk sampah medis, kita tidak bisa membuang disini (TPA Terara), karena ada MoU dengan pihak rumah sakit,” tandasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid