Hultah NWDI Pancor Dibanjiri Ribuan Jemaah

SELONG—Hari puncak pelaksanaan Hultah organisasi NWDI Pancor ke 81, yang dirangkaikan dengan Haul ke 19 Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid, Minggu kemarin (7/8), dibanjiri ribuan jemaah. Selain itu, juga dihadiri sejumlah  pejabat penting baik itu dari pusat, provinsi, kabupaten, termasuk para tokoh dan alim ulama.

Sejumlah pejabat penting terlihat  hadir dikesempatan itu. Diantaranya perwakilan dari pemerintah pusat, wakil DPD RI daerah pemilihan NTB Farouk Muhammad, pejabat utama Provinsi NTB, para bupati dan wali kota seperti Wali Kota Samarinda,  Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Bupati Lombok Tengah, Suhaili, Bupati Lombok Timur, Ali BD, Bupati KLU, dan lainnya.

Selain itu, dipanggung utama juga  terlihat Ketua Umum PBNU, Prof. Said Agil Siradj, ulama terkemuka Habib Jiddan Bin Naufal Bin Salim bin Jiddan yang duduk bersebelahan  dengan ketua dewan Tanfiziyah PBNWDI Pancor, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi.

Dalam sambutan, Habib Jiddan bin Naufal Bin Salim bin Jiddan mengatakan, jika berbicara tentang NW, itu semua tak lepas dari sosok pendirinya yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid. Sosok Maulana Syaikh disebutnya sebagai salah satu ulama besar. Itu semua tak lepas dari  ilmu yang dimiliki serta perjuangannya untuk memajukan agama dan bangsa ini. “Maulana Syaikh merupakan pewaris nabi. Beliau orang yang besar karena hubungannya dengan orang besar, dan ulama yang besar,” salutnya.

Dikatakan, Maulana Syaikh merupakan ulama yang arif. Semua ilmu yang dimiliknya terus  diamalkan untuk kemaslahatan umat. Ini semua sebagai bukti, bahwa ilmu yang dimiliki Maulana Syaikh tidak hanya dipahami secara teori semata, melainkan juga bagaimana mengamalkannya. “Selain diamalkan ke dirinya, ilmu itu juga diamalkan untuk keluarga, masyarakat dan umat,” kagumnya.

Kekaguman terhadap Maulana Syaikh dan NW juga dilontarkan Bupati Lotim, Ali BD, yang begitu salut dengan perjuangan dan jasa organisasi NW yang memiliki andil besar dalam memajukan negara, khususnya NTB dan Lotim itu sendiri. Baik itu dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, maupun bidang pembangunan. “Bahwa NW telah memberikan warna dalam perkembangan dan tumbuhnya Negara dan daerahnya ini, khusunya Lotim,” ungkap Ali BD.

Semua itu lanjutnya, tak lepas dari apa yang telah dilakukan sang pendiri organisasi tersebut, yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid. Secara pribadi dirinya berterima kasih banyak ke NW atas jasanya yang selama ini telah diberikan untuk kemajuan negara dan daerah ini. “Sebagai bupati, saya ucapkan terima kasih ke NW, karena jasanya yang telah diberikan ke negara ini,” ucapnya.

Meski jumlah penduduk Lotim terpadat di NTB, disertai sejumlah keanekaragaman organisasi Islam yang ada. Namun sebagai organisasi terbesar di NTB, NW mampu menjalin kerjasama yang baik dengan organisasi lain demi kamajuan dan kondusifitas daerah ini. “Itu salah satu kehebatan dan kekhususan yang dimiliki Lotim. Keanekaragaman itu, ketika ada masalah yang terjadi kita mampu mengatasinya,” paparnya.

Masyarakat NW punya tanggung jawab penuh untuk kemajuan dan kebesaran organisasi ini dimasa mendatang. Karena apa yang diperjuangkan NW manfaatnya tidak hanya dirasakan sekolompok orang saja, melainkan juga dirasakan semua orang. “Kita punya tanggung jawab besar untuk NW ini. Itu semua harus dijaga oleh masyarakat NW,” pungkas Ali. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid