Brigjen Pol Hadi Gunawan dan Lalu M. Ikbal Berpeluang Jadi Penjabat Gubernur NTB

Brigjen Pol Hadi Gunawan dan Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Ikbal.

MATARAM – Pemerintahan Zul-Rohmi berakhir pada 19 September 2023. Sementara Pilkada NTB digelar November 2024. Akan ada kekosongan lebih dari setahun hingga pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang baru.

Untuk mengisi kekosongan itu, Presiden RI Jokowidodo melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memiliki kewenangan menunjuk pejabat yang menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya atau eselon I, baik di pusat atau daerah untuk menjadi Penjabat Gubernur NTB.

Soal siapa yang akan menjadi penjabat gubernur, Chris Parangan selaku politisi dan pengamat politik menilai ada dua figur kuat yang berpotensi menjadi Penjabat Gubernur NTB. Keduanya adalah putra daerah. Yaitu, Brigjen Pol Hadi Gunawan dan Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Ikbal.

Diketahui lanjut Chris, Brigjen Pol Hadi Gunawan kini menjabat Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polhukam RI. Ia asal Lombok Timur, dan pernah menjabat sebagai Kapolres Sumbawa Barat pada 2010-2011. Sesuai aturan, syarat menjadi penjabat gubernur adalah ASN atau TNI/Polri aktif yang memiliki kedudukan atau jabatan minimal setara sebagai pejabat JPT Madya.

Baca Juga :  62 Kasus Positif Baru, Empat Pasien Meninggal Dunia

Meski saat ini, Hadi Gunawan masih JPT Pratama, namun menurutnya, besar kemungkinan dalam waktu dekat ini Hadi Gunawan akan memperoleh promosi menduduki jabatan JPT Madya di Kemenko Polhukam RI. Sehingga ia sudah bisa memenuhi syarat sebagai kandidat penjabat gubernur.

Chris menegaskan, Mendagri dan Kapolri adalah dua unsur utama dalam penentu pemberi rekomendasi terkait siapa penjabat gubernur di Indonesia kepada Presiden RI. Sementara Mendagri Tito Karnavian dan Hadi Gunawan sama-sama berlatar belakang Polri. Hadi juga seangkatan dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Alumni Akpol 1991). “Ini yang membuat Hadi Gunawan punya keunggulan di atas rata-rata kandidat lain,” jelasnya.

Ia mencontohkan, bagaimana Irjen Polisi Carlo Tewu menjabat Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polhukam yang ditunjuk Presiden sebagai  Penjabat Gubernur Sulawesi Barat 2016-2017.

Chris berpandangan, kondisi kamtimbas NTB yang berada di level oranye, membutuhkan figur pemimpin yang humanis punya kedekatan sosio kultural dengan daerah tersebut. “Nah, beliau sudah berpengalaman di sejumlah daerah kota besar di Indonesia dalam penugasan di Polri,” imbuhnya.

Baca Juga :  Demi Keamanan, Penonton WSBK Dilarang Bawa Payung dan Drone

Adapun Lalu Muhammad Ikbal, ia dinilai punya potensi kuat menjadi  Penjabat Gubernur. Ikbal sudah memenuhi syarat JPT Madya. Masa jabatan Ikbal pun akan berakhir pada 2023. Ia dinilai mempunyai kontribusi besar bagi NTB. Dimulai saat Ikbal menjabat sebagai Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI. “Beliau punya jejaring kuat di penentu kebijakan di tingkat pusat,” terangnya.

Terlepas dari kemunculan nama-nama lain, yang berpotensi menjadi penjabat gubernur, Chris tetap menilai Hadi Gunawan dan Lalu Muhammad Ikbal yang berasal dari rumpun PB NWDI memiliki peluang lebih besar. Apalagi TGB selaku Ketua Umum PB NWDI, yang juga salah satu tim pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. “Akan bisa lebih mudah dilakukan mediasi terkait keinginan pusat dan daerah,” lugasnya. (yan)

Komentar Anda