Gubernur Tidak Kecewa Raja Salman ke Bali

MATARAM – Rombongan  Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud telah tiba di Indonesia, Rabu kemarin (1/3).

Setelah urusan kenegaraan selesai, Raja Salman akan berlibur ke  Bali pada tanggal 4-9 Maret.

Dipilihnya Bali sebagai lokasi liburan raja Salman di Indonesia, memunculkan keraguan pulau Lombok yang telah menjuarai wisata halal dunia. Namun, Gubernur  TGH M Zainul Majdi memahami tidak dipilihnya  NTB sebagai tempat berlibur.

Menurut gubernur, NTB tidak dijadikan sebagai salah satu tempat persinggahan Raja Salman karena keterbatasan akomodasi. “Kita harus objektif, NTB memang belum jadi salah satu tempat persinggahan karena keterbatasan akomodasi kita,” ujarnya saat ditemui di pendapa gubernur, Rabu kemarin (1/3).

Berbeda halnya jika Raja Salman datang 2 tahun lagi atau ada kegiatan-kegiatan besar lainnya, Provinsi NTB diyakini sudah mampu menjamu Raja Salman. “Nanti kalau KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika dua tahun lagi jadi, ada seribu kamar baru. Insya Allah bisa mampu menerima kegiatan besar,” katanya.

Momentum kedatangan Raja Salman ke Indonesia, memang tidak ada peluang pemerintah provinsi (pemprov) NTB bertemu langsung. Namun, NTB tetap dijadikan salah satu perhatian, terutama para pengusaha yang ikut  dalam rombongan Raja Salman.

[postingan number=3 tag=”ginjal”]

Dikatakan, pemprov telah siap memaparkan sejumlah potensi NTB kepada rombongan RajaSalman.  Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) juga terus dilakukan untuk kepastian itu.

Kedatangan rombongan pengusaha Arab Saudi ke NTB, merupakan peluang yang sangat baik. Terlebih, NTB khususnya Pulau Lombok mulai dikenal dunia dengan branding wisata halalnya. “Dua hari lalu saya sudah terima ketua Asosiasi Investor Saudi di Indonesia, saya jelaskan banyaknya potensi yang kita miliki, dan mereka tertarik untuk mengembangkannya,” kata gubernur.

Gubernur mengingatkan kepada semua masyarakat agar memberikan sambutan yang positif atas kedatangan Raja Salman ke Indonesia. Jangan lagi ada komentar-komentar yang tidak enak didengar. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya.

Hubungan yang baik harus tetap dibangun agar investasi dari Arab Saudi bisa masuk. Masyarakat tidak perlu melihat hal-hal yang aneh seperti menyorot penyewaan mobil rombongan Raja Salman yang mahal. “Ya iyalah masa mau sewa cidomo,” ujarnya.

Gaya hidup antara orang Arab Saudi dengan Indonesia memang berbeda. Gubernur menilai, hal itu tidak lepas dari pendapatan per kapita Arab Saudi yang tinggi mencapai 25 ribu dollar Amerika. Sedangkan orang Indonesia hanya 2.000 sampai 3.000 dolar Amerika per orang. “Jadi memang punya standar hidup yang tinggi. Kalau dia sewa kendaraan dan pelayanan terbaik, memang seperti itu mereka standarnya, kita harus hormati,” ucapnya.

Hal yang tidak boleh dilupakan, lanjutnya, Arab Saudi merupakan negara yang menampung banyak penduduk Indonesia. Jumlahnya cukup besar mencapai 1,5 juta orang. “Kalau suatu negara tidak nyaman dan orang kita disuruh pulang, mau cari kerja dimana?. Arab Saudi itu juga Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” tandasnya.

Terkait hasil pertemuan gubernur dengan Ketua Investor Arab Saudi di Indonesia Hassan Saeed Bugis pada hari Senin (27/2), Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB, Yusron Hadi mengatakan investor Arab Saudi tertarik untuk berinvestasi di bidang pariwisata halal. “Mereka tertarik kok, ini ikhtiar kita. Pertemuan itu juga sekaligus untuk mempersiapkan kehadiran para investor Arab Saudi yang akan berkunjung ke NTB dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Kedatangan para delegasi yang disebut-sebut berjumlah puluhan orang ini nantinya akan mendapat pengamanan oleh kepolisian selama berada di NTB. Kapolda NTB Brigjen Pol  Firli   mengatakan, pihaknya memang tidak mendapat perintah khusus untuk kegiatan operasi. Namun, karena Bali dan NTB jaraknya sangat dekat maka dilakukan antisipasi.  ‘’ Tentunya kita mengantisipasi limpahan ini dengan melakukan kegiatan kepolisian ditingkatkan. Dalam rangka memberikan rasa aman warga yang mengunjungi NTB,’’ ujarnya.

Nantinya, Polda NTB akan menurunkan 196 orang anggotanya. Sedangkan dari Polres jajaran berjumlah 256 orang. ‘’ Jadi totalnya itu ada 500 lebih personel yang disiapkan dalam rangka pengamanan ini,’’ katanya.

Ada beberapa tempat yang sudah dipetakan dan menjadi atensi. Diantaranya adalah lokasi kegiatan yang akan dituju. ‘’ Lokasi mana saja yang menjadi tujuan nanti akan kita berikan pengamanan,’’ sebutnya.

Secara lebih luas, terkait dengan kedatangan Raja Salman di Bali, ada beberapa tempat di NTB yang diprioritaskan pengamanannya seperti di bandara dan pelabuhan. Nantinya, di tempat ini, petugas akan melakukan pengawasan terhadap orang dan barang. ‘’ Sasarannya adalah melakukan pengecekan warga kita yang keluar masuk di NTB. Baik itu dari Lombok dan Sumbawa di jalur laut maupun udara,’’ imbuhnya.

Khusus dijalur laut, seperti di Pelabuhan Lembar, kepolisian sudah menempatkan petugas kepolisian yang juga melaksanakan operasi Simpatik Gatarin 2017 untuk melakukan sterilisasi terhadap penumpang dan barang. ‘’ Pos-pos pengamanan juga sudah kita dirikan dengan berkoordinasi dengan TNI,’’ tandasnya.(zwr/gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid