TGB Jadi Pembicara di Inggris

TGB Jadi Pembicara di Inggris
PEMBICARA: Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi pembicara pada konferensi ke-9 PPI Sedunia di Gedung Warwick Centre, Kota Warwick, Inggris, Rabu lalu (26/7). (HUMAS PEMPROV)

MATARAM—Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), menghadiri konferensi ke-9 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sedunia di Gedung Warwick Centre, Kota Warwick, Inggris. TGB diundang sebagai pembicara pada diskusi bertemakan Akselerasi Sumber Daya Potensial Indonesia Menyongsong 2030, Rabu lalu (26/7).

Dalam rilis yang diterima dari Humas Provinsi NTB, Kamis kemarin (27/7), kesempatan tersebut TGB menyampaikan ide, gagasan dan strategi terbaik menyiapkan generasi muda Indonesia. Khususnya memanfaatkan  bonus demografi pada tahun 2030 yang akan dinikmati Indonesia. “Peran pemuda sangat penting, harus dipersiapkan mampu bersaing di masa depan,” ucap TGB di hadapan ribuan peserta.

Acara tersebut dibuka Duta Besar RI untuk Inggris, Dr Rizal Sukma. Hadir juga Duta Besar RI untuk UNESCO, Prof Fauzi Soelaiman, Duta Perdagangan Perdana Menteri Inggris khusus untuk Indonesia, Richard Graham. Sedangkan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said sebagai Keynote Speaker, sekaligus membuat kesimpulan pada acara diskusi panel tersebut.

TGB juga memaparkan berbagai terobosan yang telah dilakukannya di NTB. Pemuda di NTB dipersiapkan agar dapat menikmati Bonus Demografi 2030 mendatang. Kebijakan populer yang disebut TGB diantaranya melakukan reviltasliasi, fasilitasi dan penguatan peranan pemuda bagi pertumbuhan ekonomi. “Kami siapkan melalui pelatihan skill dan manajemen usaha,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga melakukan penguatan peran dan keterlibatan mahasiswa untuk program pendampingan bagi ibu hamil dan bayi, yang dikenal program ASHAR (Aksi Seribu Hari Pertama Setelah Melahirkan). “Pemprov itu menciptkan 200.000 wirausahawan baru dan mendorong peningkatan kualitas UMKM,” sebut TGB.

Kebijakan lain yang diterapkan, adalah menumbuhkan semangat kepeloporan pemuda dalam menciptakan desa wisata. Konsepnya dibuat berdasarkan ciri khas dan potensi setempat dengan tetap menjaga kelesatarian hutan serta lingkungan.

Mendengar paparan tersebut, para peserta diskusi semakin penasaran dan antusias. Mereka ingin mengetahui lebih banyak kemajuan-kemajuan provinsi NTB. Terutama tentang kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengatasi berbagai masalah pembangunan. Khususnya dalam mempersiapkan generasi muda dimasa depan.

Menanggapi beragam pertanyaan tersebut, TGB mengawalinya dengan mengungkapkan fakta-fakta yang dihadapi dalam pembangunan daerah. “Banyak aspek yang perlu mendapatkan atensi penanganan, mulai dari hal-hal yang tampak sederhana, tetapi berdampak besar bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.” ucapnya.

Gubernur yang pernah mencatat rekor Muri sebagai gubernur termuda di Indonesia ini mencontohkan, kebiasaan hidup masyarakat di NTB seperti pernikahan dini, kebiasaan pola asuh dan pola makan yang kurang baik. “Jika tidak ada pendekatan penanganan yang tepat akan menimbulkan  beragam masalah sosial dan kesehatan,” katanya.

Terkait dengan tips berkompetisi di tengah persaingan global yang kian ketat, TGB mengingatkan pentingnya membangun semangat optimisme. Ia merujuk pada ajaran agama yang tertuang di dalam kitab suci Al-Qur’an. “Islam mengharuskan manusia bersikap optimis dan tidak pesimis,” tegasnya.

Usai acara, hingga di luar ruang pertemuan, TGB tetap menjadi perhatian utama para peserta. Mereka masih ingin berbincang-bincang, bahkan tidak sedikit diantaranya yang memanfaatkan untuk selfi bersama TGB. (zwr)

BACA JUGA :  TGB Unjuk Kekuatan, Elektabilitas Paslon Berubah
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaAl Madani Kembali Wisuda Santri Huffazul Qur’an
Berita berikutnyaNurdin Kandidat Kuat Dampingi Ahyar