Gubernur Diminta Kerja Nyata

H Mori Hanafi AZWAR (ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Aksi Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang memposting aktivitasnya berenang bersama jajarannya di media sosial, menjadi viral dan menuai kontroversi. Pasalnya, NTB saat ini sedang berduka akibat bencana alam dan non alam. 

Para anggota DPRD Provinsi NTB juga angkat bicara. Mereka sangat menyesalkan sikap Gubernur yang dianggap abai protokol kesehatan. Apalagi momentumnya tidak tepat, menunjukkan tawa bahagia di tengah rakyat sedang nestapa. “Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah aksi nyata, yaitu bantuan dan penanganan cepat, bukan retorika atau teori,” ujar pimpinan DPRD Provinsi NTB H Mori Hanafi, Senin (1/2).

Politisi Partai Gerindra ini meminta Gubernur dan jajarannya melakukan aksi nyata di lapangan. Tidak cukup hanya meninjau dan mencatat kejadian bencana. “Lombok dan Sumbawa butuh perhatian dan aksi nyata,” imbuhnya. 

Mori memahami jika sikap yang ditunjukan oleh Gubernur NTB pada saat di Lombok Utara karena sebuah kekhilafan. Namun, jangan sampai kekhilafan tersebut kembali terulang lagi. 

Pejabat sudah seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Terutama dalam mematuhi protokol kesehatan. “Mudah-mudahan Pak Gubernur juga menyadari, bahwa kasus corona inikan semakin meningkat. Kemarin dalam dua hari itu, rekor pecah terus. Sekarang ini yang jadi soalnya adalah, tracing ini sudah susah dilakukan. Karena siapa kena dari mana, siapa mengenai siapa, itu udah susah,” jelasnya. 

Penegasan yang disampaikan Mori bukan tanpa alasan. Melainkan, sorotan terhadap Gubernur sebagai bentuk perhatian sekaligus mengingat Zulkieflimansyah selaku pemimpin di NTB agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat. “Jangan sampai, nanti para petugas kita di lapangan Satpol PP kita dalam melakukan penertiban ditunjuk hidungnya. Loh, itu pak gubernur aja nggak pakai masker, bagaimana kami mau patuh. Nah, itulah kira-kira,” ujarnya. 

Lebih lanjut disampaikan Mori, kondisi NTB saat ini tidak bisa disikapi dengan candaan atau main-main. Apalagi bencana terjadi dimana-mana. “Kita harap Pak Gubernur siaga I. Tadi juga diungkap dalam rapat itu. Di Sumbawa banyak juga jembatan runtuh,” ucap Mori. 

Ketua Komisi V DPRD NTB, TGH Mahalli Fikri juga memberikan kritikan pedas. “Sebagai masyarakat NTB, saya sangat prihatin dengan kejadian ini, karena bisa menjadi bukti kita kehilangan pemimpin yang bisa menjadi tauladan bagi rakyatnya,” sebut Mahalli. 

Ketua DPD Partai Demokrat NTB ini berharap, apa yang dilakukan Gubernur hanya sebuah kekhilafan. Kemudian segera bisa menyadarinya bahwa apa yang dilakukan itu sangat tidak baik sebagai seorang pemimpin.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Gubernur untuk segera meminta maaf dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat NTB atas apa yang telah dilakukan. “Atas ketelanjuran pak gubernur seperti di gambar yang beredar supaya segera diklarifikasi dan dengan tulus serta rendah hati meminta maaf kepada masyarakat NTB kalau hal itu memang salah. Insya Allah hal demikian akan membuktikan beliau adalah orang yang berjiwa besar dan pemimpin sejati yang akan disegani sekaligus dicintai rakyatnya,” kata Mahalli. 

Sementara itu, Gubernur Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengklarifikasi photonya yang viral karena berenang di kolam tanpa protokol kesehatan. “Saya tidak menyangka sampai seperti itu. Kita kan menginap di Lombok Utara di Bayan dan kita disambut sangat hangat oleh masyarakat,” tuturnya. 

Gubernur menyampaikan bahwa tempat yang dikunjunginya tersebut layak untuk dipromosikan. Terlebih potensi wisata dikawasan tersebut terbilang masih sangat asri, dengan suasana kawasan perhutanan yang menjulang tinggi.

Begitupun masyarakat disekitarnya yang menyambut kunjungan Gubernur dengan hangat, sehingga menerima tawaran untuk turut berenang bersama masyarakat setempat. “Bayan ternyata punya sesuatu yang tidak pernah terpublikasikan selama ini. Ada kolam yang airnya itu tidak mengandung bahan kimia karena alami. Langsung dari hutan dan akar-akar pohonnya,” jelasnya. 

Masyarakat setempat ingin Gubernur mencoba mandi di kolam tersebut. “Saat itu saya kurang sehat sebenarnya, tapi ya sudah nyebur ke kolam. Setelah nyebur, hilang demamnya, sepertinya airnya berkhasiat,” ujarnya. 

Gubernur menegaskan, tindakannya yang turut berenang hanya spontanitas. Terkait penerapan protokol kesehatan yang dipertanyakan banyak orang, sangat tidak mungkin baginya untuk menggunakan masker saat berenang di kolam. 

Meski begitu, dirinya meminta maaf karena menimbulkan kegaduhan. “Saya minta maaf jika itu dirasa kurang baik disaat bencana dan angka covid meningkat,” ucapnya. (zwr)