Gerindra Belum Putuskan Bergabung

GERINDRA
GERINDRA

MATARAM—Partai Gerindra NTB menjadi salah satu partai politik (parpol) yang  hadir dalam silaturahmi dan konsolidasi pembentukan koalisi poros beberapa waktu lalu. Namun demikian, partai ini belum memutuskan ikut bergabung dengan koalisi tersebut.

“Kita belum ada keputusan apapun terkait koalisi itu,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB, Willgo Zainar, kepada Radar Lombok, Sabtu lalu (18/3).

Dalam silaturahmi dan konsolidasi pembentukan koalisi poros tengah, itu hanya Partai Gerindra tidak dihadiri ketuanya. Kala itu, partai ini hanya mengirimkan utusannya, Abdul Thalif.

Menurutnya, koalisi belum bisa ditentukan dalam waktu cepat. Ini melihat kondisi politik yang bersifat dinamis. Meski begitu, partai berlambang kepala burung garuda itu tetap terbuka bagi parpol manapun yang mengajak berkoalisi dengan partainya. Terlebih yang memiliki tujuan bersama menciptakan dan memberikan pemimpin yang terbaik untuk NTB ke depan.

[postingan number=3 tag=”gerindra”]

Mengenai koalisi, lanjut Willgo, partai Gerindra belum fokus ke arah sana. Pasalnya, DPP Partai Gerindra masih intens mengawal dan menghadapi suksesi Pilkada DKI Jakarta.

Koalisi yang akan dilakukan haruslah berdasarkan persetujuan DPP. Hingga saat ini arah mengenai koalisi ini DPD belum sampaikan kepada DPP. Meski demikian,  komunikasi penjajakan koalisi yang dilakukan parpol poros tengah sangat diapresiasi dengan baik oleh Gerindra.

“Tentu kita apresiasi ada pembentukan koalisi poros tengah ini. Karena ini tujuan mencari calon pemimpin NTB kedepan,” imbuhnya anggota DPR RI dapil Provinsi NTB itu.

Willgo pun menambahkan,  bagi figur-figur yang ingin maju melalui Gerindra  dipersilakan mendaftar saat pendaftaran bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) direncanakan dilaksanakan pada akhir April atau awal Mei mendatang. Dengan digelar pendaftaran atau penjaringan secara terbuka terhadap balon Kada. Maka, diharapkan bisa diperoleh figur terbaik yang layak dan punya kapasitas, kapabilitas dan elektibilitas serta memiliki potensi kemenangan.

Dikatakan, keputusan untuk menggelar seleksi terbuka melalui penjaringan atau pendaftaran balon Kada mengacu kepada arahan dan petunjuk dari DPP Partai Gerindra. Ini supaya Partai Gerindra tidak salah memilih figur yang akan diusung pada Pilkada NTB mendatang. 

Pengamat politik NTB, Agus MSi menilai, koalisi lima partai politik (parpol) tergabung dalam koalisi poros tengah relatif sangat rapuh dan rentan mengalami perpecahan ditengah jalan. “Koalisi poros tengah ini akan diuji solid atau tidak, ketika mencari kandidat mau didukung dan diusung,” katanya.

Ia berpandangan, dengan lima parpol tergabung dalam koalisi poros tengah itu relatif akan membuat kemungkinan sulit di antara anggota koalisi untuk mencari konsensus atau kesepakatan kandidat akan didukung dan diusung dalam Pilkada NTB. Masing-masing parpol pasti memiliki persyaratan maupun kepentingan terhadap kandidat mau didukung dan diusung. Sehingga relatif dengan banyak parpol tergabung dalam koalisi poros tengah bakal sulit menemukan kesepakatan. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid