Usia Dewasa Penampilan Muda

IMPIAN BERSAMA: Pembangunan gedung kantor DPRD Lombok Tengah (kiri) dan pembangunan gedung kantor Bupati Lombok Tengah (kanan) menjadi impian bersama pemerintah dan masyarakat Lombok Tengah, sebagai monument daerah Tastura itu (DHALLA/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Tengah ke 71.

Ucapan ini disampaikan sejumlah pihak dalam momentum hari jadi kabupaten bermottokan Tatas Tuhu Trasna itu. Ibarat manusia, seseorang yang berumur 71 sudah cukup dikatakan dewasa, atau bahkan tua. Tetapi, penampilan Lombok Tengah hari ini belum cukup disebut dewasa.

Penilaian ini disampaikan sejumlah tokoh masyarakat Lombok Tengah. Salah satunya disampaikan Dewan Pendiri Lembaga Studi Advokasi HAM dan Demokrasi (Lesa-Demarkasi) NTB, Hasan Masat. Aktivis asal Batujai ini berujar, usia Lombok Tengah sudah cukup dewasa di usianya yang ke 71. Tetapi, penampilannya masih sangat muda.

Sudut pandang Hasan didasari secara kasat mata kajiannya tentang Lombok Tengah, hari ini. Terutama cara merayakan HUT yang berlebihan. Seharusnya, HUT ini lebih mengedepankan pada refleksi pembangunan terhadap masyarakat.

Di mana masih banyak hal-hal yang harus dibenahi. Seperti peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, dan tingkat pelayanan lainnya. Sebab, angka masalah menunjukkan bahwa daerah itu belum maksimal dalam memberikan pelayanan. ‘’Ini sebenarnya yang harus digali sebagai refleksi diri untuk membenahi pelayanan, bukan dirayakan dengan cara berlebihan,’’ kata Hasan.

Dikatakannya, Lombok Tengah seperti hura-hura dalam memeriahkan HUT. Terlalu banyak acara dan kegiatan yang dilakukan selama berbulan-bulan lamanya. Ditakutkan Hasan, kegiatan ini akan mengganggu aktivitas pegawai dan peserta didik. Karena mereka terlibat langsung dalam memeriahkan HUT ini. ‘’Saya takut itu yang terjadi, pelayanan publik terganggu dan aktivitas anak sekolah juga terganggu. Bagus memang, tapi saya rasa berlebihan. Seharusnya di usia dewasa ini Lombok Tengah tak lagi hura-hura layaknya penampilan anak muda,’’ ujarnya.

Lain halnya disampaikan anggota Komisi I DPRD Lombok Tengah, Suhaimi. Politisi muda ini menilai, Lombok Tengah belum membangun jengah selama ini. Sehingga belum ada yang bisa dibanggakan masyarakat Lombok Tengah, secara kasat mata.

Semisal, ketika Indonesia baru merdeka, Presiden Soekarno waktu itu membangun Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal. Pembangunan ini dijadikan monumental yang kemudian menjadikan cir khas Indonesia. Bahwa ketika orang luar bicara Indonesia, maka mereka akan bicara monas dan Istiqlal.

Atau, NTB sebelumnya yang mengusung lambang Menjangan sebagai gambar ciri khas daerah. Tetapi, label itu sepertinya gagal sehingga kemudian dibangun Islamic Centre (IC) sebagai lambang NTB. Dan, semua itu menunjukkan bahwa NTB cukup populer dengan monument itu.

Atau, Lombok Barat misalnya membangun Giri Menang Square (GMS), gedung kantor bupati mirip  White House Amerika Serikat. Semua ini telah menjadikan Lombok Barat, cukup terkenal. ‘’Nah, maksud saya itu yang belum ada kita di Lombok Tengah, saat ini. Maunya saya, kita gali apa potensi di Lombok Tengah ini, untuk kemudian kita usung menjadi monument yang bisa membuat kita jengah,’’ usulnya.

Diakui Ketua DPC PDIP Lombok Tengah ini, banyak pembangunan yang dilakukan Pemerintah Lombok Tengah, selama ini. Tetapi, belum ada yang menjadikan ciri khas Lombok Tengah itu, sendiri. ‘’Maksudnya saya kita harus bangun ikon yang membuat orang jengah, sehingga kita tidak diremehkan. Wah Lombok Tengah itu, nggak ada monumennya. Nah, kata-kata seperti ini yang harus sebaiknya kita jaga,’’ tandasnya.

Pandangan postif disampaikan tokoh masyarakat Lombok Tengah, Lalu Agus Sarjana. Dia menyampaikan, bahwa pembangunan di Lombok Tengah saat ini, sudah cukup stabil. Iklim politiknya sehat. Para elit politik di daerah itu telah bersatu. Seperti akurnya HL Wiratmaja, HL Moh Syamsir, dan Bupati HM Suhaili FT.

Ini artinya, iklim politik yang dibangun Bupati HM Suhaili FT, cukup sukses selama ini. Karena hakikatnya, pembangunan suatu daerah harus dilihat dari iklim politiknya yang sehat. Jika masih saling mengacuhkan, maka sulit akan dilakukan pembangunan karena akan saling menjatuhkan satu sama lain. ‘’Kalau saya lihat Pak Suhaili cukup mumpuni membangun iklim politik itu. Semua tokoh bersatu, ini adalah awal membangun suatu daerah menjadi lebih baik,’’ katanya.

Dengan demikian, maka hajatan pembangunan akan mudah tercapai. Sebab, semua pihak sudah saling mendukung. Faktanya kemudian, banyak pembangunan yang sudah dicapai Suhaili-Normal dan sekarang Suhaili-Pathul.

Terlebih dengan hadirnya Sekda H Nursiah saat ini. Dia diharapkan bisa menerapkan transparansi manajerial yang dikembangkannya selama ini. Sehingga impian sebagian masyarakat Lombok Tengah, yang dibebankan kepadanya bisa tercapai. ‘’Dan ini harus didukung semua masyarakat Lombok Tengah,’’ ajaknya.

Di samping keberhasilan itu, Agus juga tak menampik banyak pembangunan yang harus dibenahi kedepannya. Seperti peningkatan ekonomi, pariwisata yang selama ini belum stabil perkembanganya. Kemudian masalah pemerintahan desa yang selama ini banyak menjadi beban daerah. ‘’Semua ini tentunya harus menjadi pertimbangan Bupati dan Wakil Bupati menyikapi masalah ini,’’ ungkapnya.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonsia (KNPI) Lombok Tengah, M Samsul Qomar menambahkan, pihaknya sengaja mengundang para tokoh asal Lombok Tengah dalam sebuah seminar refleksi bertajuk ‘’Banggakah Kita Menjadi Masyarakat Tengak’’. Seminar yang digelar di Hotel Aerotel Praya ini mengundang anggota DPD RI, HL Suhaimi Ismy, Baiq Diah Ratu Ganefi, Prof Galang Asmara, Prof Zaenal Asikin, dan para pemikir asal Lombok Tengah lainnya.

Pendapat mereka diperlukan untuk merefleksikan pembangunan dan bagaimana membangun Lombok Tengah, kedepannya. ‘’Dan Alhamdulillah respon masyarakat sangat positif sekarang ini. Tujuan kita adalah untuk membangun Lombok Tengah semata menjadi lebih baik,’’ katanya.

Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H Lalu Herdan menerangkan, pembangunan Lombok Tengah, setiap tahunnya terus meningkat. Mulai dari pembangunan fisik dan nonfisik.

Bidang fisik misalnya, pembangunan ekonomi masyarakat sudah cukup baik. Target wirausaha sudah tercapai. Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan lainnya. ‘’Terutama bidang pariwisata yang menjadi ikon daerah kita,’’ katanya.

Berhasilnya pembangunan di Lombok Tengah juga dipertegas Sekda H Nursiah. Dia mengungkapkan, bahwa setiap tahunnya pembangunan fisik dan nonfisik terus meningkat. Jika pun belum merata, semua ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk melaksanakan tugas pembangunan kedepannya. ‘’Jadi setiap tahunnya pembangunan kita di Lombok Tengah terus meningkat, terutama fisik. Jika pun belum merata, itu sudah menjadi rencana pembangunan kita,’’ ungkapnya. (cr-met/dal)