Gempa Jangan Merusak Akidah

Gempa Jangan Merusak Akidah
MAJELIS BADRUTTAMAM: TGH. Muammar Arafat menyampaikan pengajian dalam Majelis Badruttaman, Ahad malam (26/8) kemarin. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gempa mengguncang Lombok selama sebulan. Belum diketahui kapan akan berhenti. Zikir, doa dan pengajian pun banyak digelar di berbagai tempat agar bencana ini segera berhenti.

Seperti yang dilakukan Majelis Badruttaman Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah Pagutan, Ahad (26/8) malam. Pimpinan Ponpes Darul Falah Pagutan TGH. Muammar Arafat menyampaikan, harta benda, bahkan nyawa boleh saja melayang, tetapi iman harus tetap kuat dipegang oleh manusia. Bangunan, gedung, rumah boleh juga roboh, tetapi akidah harus tetap kokoh dalam hati manusia.

BACA JUGA: Saatnya Masyarakat NTB Bangkit

Pengajian digelar di lapangan terbuka Ponpes Darul Falah. Di hadapan ribuan jemaah yang hadir dalam pengajian bulanan ini, Mumamar juga menyampaikan agar jangan sampai gempa ini membuat akal sehat umat manusia hilang.

Terlebih dengan munculnya berbagai informasi yang tidak benar yang mengkait-kaitkan musibah gempa dengan hal-hal yang mistik seperti kerasukan Dewi Anjani, perintah menyucikan Gunung Rinjani, mengantongi beras, dan berbagai informasi lainya yang bisa membawa manusa kepada kemusyrikan. “Bencana yang terjadi ini jangan dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis,” tegas ulama muda yang akrab di sapa KTM (Kak Tuan Muammar ) ini.

Semua bencana yang terjadi ini kata dia sudah menjadi ketentuan Allah SWT, atas kekuasaan (Kudrat) dan kehendak (Iradatnya) Allah SWT. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memercayai apapun bentuk informasi yang arahnya akan bisa menyesatkan manusia, karena mempercayai hal-hal yang berbau mistis akibat bencana ini tidak dibenarkan agama.

Dalam menghadapi bencana, Muammar mengajak jemaah untuk memperkuat akidahnya, karena pada kondisi seperti ini, akan ada saja oknum-oknum atau pihak tertentu yang berusaha menggoyahkan akidah. Adanya orang-orang yang berusaha menggoyahkan akidah, harus menjadi perhatian bersama. Pihak yang memanfaatkan kesusahan dan kesakitan warga untuk mengajarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan akidah mereka tidak boleh dibiarkan. Oleh karena itu, sebagai ulama dan tokoh masyarakat dan para hadirin mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjuti. “Jangan manfaatkan momen ini untuk mengajarkan orang yang tidak sesuai dengan akidah,” tegasnya.

BACA JUGA: Trauma Rumah Beton, Sebagian Korban Tolak RISHA

Momen Majelis Badruttamam bertepatan dengan tanggal 26 atau hari Ahad yang dianggap horor sebagian pihak, karena Ahad kerap kali terjadi gempa besar. Pengajian kemarin pun sekaligus menjadi trauma healing atau pengobatan trauma. “Pengajian Badruttamam malam ini sekaligus menjadi trauma healing bagi ribuan jemaah,” ungkapnya. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut