Gelar Pahlawan Maulana Syaikh Disambut Gembira

Gelar Pahlawan Maulana Syaikh Disambut Gembira
AKSI SIMPATIK: Para santri NW dan unsur lainnya, melakukan aksi simpatik di depan kantor Bupati Lotim, sebagai bentuk kebahagian atas pemberian gelar pahlawan ke pendiri NW, TGKH. M Zainuddin Abdul Majid. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG — Santri organisasi Nahdlatul Wathan (NW) dari Anjani menyambut gembira pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk pendiri NW, Mualana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid. Penganugrahan gelar pahlawan itu resmi akan diberikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 10 November ini. Dan itu akan diterima langsung oleh dua putrinya, Ummi Hj Siti Raihanun dan Ummi Hj Siti Rauhun.

Sebagai bentuk  syukur, ratusan santri NW dari berbagai satuan jenjang pendidikan  turun ke jalan melakukan aksi simpatik, Rabu kemarin (8/11). Kegiatan itu berlangsung di depan Kantor Bupati Lotim. Selama aksi mereka mengumandangkan sholawat dan melantunkan syair perjuangan karangan Maulana Syaikh.

“Maluana Syaikh bukan hanya milik NW, maupun milik NTB. Melainkan milik  Indonesia dan Nusantara,” kata Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Hasanah Efendi.

BACA JUGA :  Resmi, TGKH Zainuddin Abdul Madjid Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Sebagai warga NTB, terutama warga NW, tentu patut berbangga dengan penghargaan pahlawan nasional yang diterima oleh Maulana Syaikh. Gelar pahlawan yang  didapatkan oleh pendiri NW ini merupakan suatu hal yang sangat tepat, jika melihat  dari perjuangan yang telah dilakukan oleh Mualana Syaikh untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan dan kebodohan. “Alhamdulliah dengan apa yang telah didapatkan oleh guru kita. Sehingga kita harus tetap menjaga nama besarnya,” seru Haspen, sapaan akrabnya.

Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bagian dari bentuk kegembiraan, atas penganugrahan pahlawan yang diterima oleh Maulana Syaikh. Mereka melantunkan sholawat dan doa, sebagai wujud rasa syukur. Dan ini juga merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap sang pendiri NW. “Yang kita kerahkan dalam kegiatan ini sekitar seribu orang. Memang kita batasi,” lanjutnya.

Aksi ini tidak hanya dari kalangan santri. Tapi dari unsur lainnya . Baik itu dari kalangan pemuda, dan kalangan masyarakat NW yang ada di Lotim. Mereka pun begitu semangat untuk ikut serta dalam kegiatan ini. “Kita melakukan aksi disini. Karena SK TP2G pertama dikeluarkan oleh Bupati Lotim. Baru bisa berlanjut ke Provinsi hingga ke pusat,” ulasnya.

BACA JUGA :  Kenang Pahlawan, SMPN 3 Gangga Baca Parade Puisi

Terpisah, Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin juga menyambut baik atas penerimaan gelar pahlawan oleh Maulana Syaikh. Dia juga merasakan bangga dengan penghargaan yang didapatkan oleh tokoh asal Lotim ini.

“Segala lelah dan letih telah dilakukan beliau. Maka wajar kalau beliau diberikan gelar Pahlawan Nasional. Kita sebagai masyarakat Lotim tentu harus berbangga,” singkat Warisin. (lie)