FK Unram Gratiskan Biaya Kuliah Mahasiswa Tidak Mampu

Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo (IST/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Berbagai upaya dilakukan oleh Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof Bambang Hari Kusumo untuk meningkatkan indikator kinerja utama dalam mencapai visi Unram menjadi universitas berbasis riset dan berdaya saing internasional.

“Kita akan membuka program percepatan (fast track),” kata Prof Bambang Hari Kusumo, kemarin.

Prof Bambang menjelaskan, program fast track ini merupakan, di mana mahasiswa S1 ketika berada di semester 7 bisa mengambil magister di Unram untuk semester 1. Begitu masuk semester 8, mahasiswa tersebut bisa mengambil semester 2 di magister. Program fast track ini akan mempercepat studi mahasiswa, karena ketika mahasiswa mengambil semester 1 atau 2 di magister, mahasiswa tersebut sudah lulus sarjana. Program ini ditujukan untuk memberikan mahasiswa kesempatan melanjutkan studi magister,

Dikatakan, program lainnya untuk mewujudkan visi dan misi Unram Go Internasional adalah, membuka Kelas Internasional. Kelas internasional ini direncanakan agar Unram memiliki program Join Degree atau program Gelar Bersama dan Double Degree atau program Gelar Ganda. Melalui program kelas internasional, Prof Bambang berharap bisa menerapkan program 3 in 1, di mana terdapat 1 dosen pengajar, 1 dosen dari world class (dosen asing-red), dan 1 dosen dari praktisi untuk mengajar di Unram.

BACA JUGA :  UBG Kampus Swasta Terbaik di NTB Versi Webometrics

Program utama yang dicanangkan, yakni program pendidikan dokter gratis bagi yang tidak mampu. Untuk pendaftaran melalui jalur tidak mampu, pendaftarannya gratis, UKT juga gratis, semuanya gratis. Unram membuatkan kuota, berapa kuotanya? Ini yang nanti akan dibicarakan. Yang sudah disanggupi adalah program Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran. Untuk program studi yang lainnya masih menunggu kesepakatan dari para dekan.

BACA JUGA :  Pegawai Positif Corona, UIN Mataram Lockdown

Prof Bambang  berharap dengan adanya program pendidikan dokter gratis bagi orang tidak mampu ini akan memutus mata rantai kemiskinan. Kalau belajar dari kemiskinan, pendidikannya rendah, nanti akan mendapatkan pekerjaan yang tidak layak, pendapatannya rendah, kembali lagi ke anak-cucunya pendidikanya rendah. Terus begitu siklusnya dan tidak akan terputus.

“Melalui program inilah kita beri orang tidak mampu kesempatan untuk menjadi dokter, menjadi arsitek, dan yang lainnya,” ucapnya.

Beberapa program lainnya yang juga disebutkan, antara lain Unit Pelayanan Bahasa Inggris gratis di setiap fakutas, dan fasilitas untuk mengakses jurnal internasional bereputasi bagi dosen dan mahasiswa.

“Inilah program-program yang akan kita laksanakan supaya visi dan misi Unram Go Internasional terealisasi,” tandasnya. (adi)