Farin Dilantik, Mori Tak Hadir

DILANTIK: Sidang paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Nauvar Furqoni Farinduan sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Nauvar Furqoni Farinduan resmi dilantik sebagai Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTB, Rabu (24/8) menggantikan Mori Hanafi. Sedangkan, Yek Agil urung dilantik karena ada keterlambatan diterima SK pengangkatan dari Menteri Dalam Negeri RI. “Untuk pak Yek Agil akan dilantik pada hari Jumat,” kata Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaedah, kemarin.

Menurutnya, pergantian Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB di sisa masa jabatan periode 2019-2024 sudah sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Para pimpinan DPRD Provinsi NTB diharapkan bisa tetap menjaga kekompakan dan keutuhan. Terutama kepada Nauvar Furqoni Farinduan sudah resmi menjabat pimpinan DPRD Provinsi NTB.

Menurutnya, DPRD Provinsi NTB harus dituntut mampu menangkap dan menyampaikan apa menjadi aspirasi dan kehendak masyarakat. Sehingga semua pimpinan DPRD NTB diharapkan seirama dan sejalan dalam mensejahterakan masyarakat serta membangun kemajuan pembangunan di NTB. “Jangan sampai ada pimpinan DPRD NTB berjalan sendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” tandasnya.

Sementara Mori Hanafi tanpa terlihat tidak hadir menghadiri sidang paripurna pelantikan Nauvar Furqoni Farinduan sebagai wakil ketua I DPRD Provinsi NTB.

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djallilah mengatakan, banyak torehan pembangunan sudah dicapai oleh NTB. Tentunya, semua ini tidak terlepas dari adanya berkat kerjasama antara eksekutif dan legislatif. “Tanpa ada sinergitas dan kolabarasi dengan legislatif, tentu itu tidak bisa tercapai,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Nauvar Furqoni Farinduan mengatakan, pihaknya akan segera belajar cepat. Mengingat, dirinya baru menjabat sebagai pimpinan DPRD Provinsi NTB. Dia akan tetap seirama dan sejalan dengan pimpinan DPRD NTB lainnya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Baca Juga :  Kapolri Angkat Suara Soal Amaq Sinta Korban Begal Jadi Tersangka

Sebab itu, dia memastikan akan bekerja semaksimal dan sebaiknya mungkin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. “Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, tentu kami tidak bisa menyenangkan semua pihak. Prinsipnya, kami akan bekerja sebaik mungkin,” imbuhnya.

Dia juga menambahkan, dirinya juga tentu akan meminta dan masukan dari senior Mori Hanafi. Sebagai pimpinan dua DPRD NTB dua periode, Mori Hanafi tentu syarat dengan pengalaman. Sehingga pihaknya perlu menimba ilmu dari yang bersangkutan. ” Sebagai senior saya di partai, tentu saya akan belajar banyak dengan Pak Mori,” katanya.

Ketidakhadiran Mori Hanafi pada sidang pelantikan penggantinya tak diketahui pasti. Namun, ketidakhadiran Mori Hanafi dipandang positif Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Al-Khairy, bahwa ketidakhadiran kadernya karena berhalangan. Ali juga  menyakini Mori Hanafi tetap bertahan di barisan Partai Gerindra. “Kami yakin Pak Mori tetap bersama Gerindra,” kata Ali menanggapi rumor Mori Hanafi akan hengkang dari Partai Gerindra.

Dia menegaskan, Mori Hanafi adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki Partai Gerindra NTB. Sehingga pihaknya berharap, Mori tetap menjadi kader parpol berkepala burung garuda tersebut. Walau demikian, dia mengakui, bertahan atau tidak di partai Gerindra, itu sepenuhnya menjadi keputusan mutlak dari Mori Hanafi.

Baca Juga :  Budaya Gamelan NTB Dapat Sertifikat Unesco

Apapun menjadi keputusan Mori Hanafi, pihaknya tentu akan menghormati hal tersebut. “Bertahan atau tidak, itu tergantung pak Mori sendiri. Kami akan menghormati,” ucapnya.

Terkait posisi Mori Hanafi di alat kelengkapan dewan (AKD), Ali mengaku sudah beberapa mengundang Mori untuk menghadiri rapat di DPD Partai Gerindra NTB. Salah satu tujuannya adalah pihaknya ingin mendengar langsung dari Mori Hanafi terkait posisi yang dikehendaki di AKD. Namun kenyatannya, tanpa alasan jelas, Mori Hanafi memilih tidak menghadiri rapat tersebut. Sehingga pihaknya pun belum bisa mengambil keputusan terkait posisi Mori Hanafi di AKD. “Kami ingin dengar langsung, di AKD posisi mana dikehendaki Mori. Tapi beliau memilih tidak hadir,” ucapnya.

Menurutnya, tak kunjung diputuskan posisi Mori di AKD, lantaran sikap Mori dinilai memutus komunikasi dengan Partai Gerindra NTB. Sehingga pihaknya tidak mengetahui seperti apa keinginan dan kehendak Mori di AKD. “Beliau selama ini memutuskan komunikasi dengan partai,” terangnya.

Dengan sikap Mori seperti itu, kata dia, tentu partai punya mekanisme dan prosedur dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja kader di DPRD provinsi NTB. Termasuk pihak berharap, Mori bisa menghadiri pelantikan Farin sebagai wakil ketua menggantikan dirinya. Namun kenyatannya, Mori memilih tidak hadir tanpa ada kejelasan. “Tentu nanti ada evaluasi di internal partai,” tandasnya. (yan)

Komentar Anda