Empat Indikator RPJMD Lotim Lampaui Target

APEL : Apel bulanan bertempat di halaman kantor Bupati Lombok Timur kemarin (17/07). (Ist/Radar Lombok )

Selong – Empat indikator dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lombok Timur diklaim telah melampaui target memasuki lima tahun kepemimpinan Sukiman-Rumaksi. Empat indikator yang dimaksud adalah laju pertumbuhan ekonomi, indeks ketenteraman dan ketertiban, indeks risiko bencana dan peningkatan status desa mandiri.

Hal tersebut disampaikan kepala Bapenda Lombok Timur M. Zaidar Rohman saat memimpin apel bulanan bertempat di halaman kantor Bupati Lombok Timur kemarin (17/07).  “ Memasuki tahun terakhir pelaksanaan RPJMD periode 2018-2023, realisasi cakupan indikator kinerja utama dalam RPJMD tersebut terdapat empat indikator yang melampaui target diantaranya laju pertumbuhan ekonomi, indeks ketentraman dan ketertiban, indeks resiko bencana dan peningkatan status desa mandiri,” beber Zaidar Rohman.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Lombok Timur tahun 2024 terang dia  telah mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Provinsi NTB dengan tema “Optimalisasi pelayanan publik serta lingkungan berkualitas menuju transformasi ekonomi yang inklusi. Dimana ada empat yang menjadi skala prioritas daerah yakni yaitu penguatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, peningkatan kualitas sarana prasarana dan tata kelola lingkungan hidup dan  peningkatan kualitas dan daya saing SDM.” Selain itu selama 7 tahun berturut-turut, Kabupaten Lombok Timur  juga memperoleh opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal tersebut tidak lepas dari kerja keras semua OPD sehingga mampu mempertahankan predikat WTP tersebut sejak 2016 hingga tahun 2022,” bebernya.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Anggarkan Rp 8 Miliar untuk Bansos Kenaikan Harga BBM

Tidak hanya itu ia menyinggung  terkait pelaksanaan APBD tahun 2023. Berkaitan dengan hal ini Pemkab Lombok Timur terus berusaha meningkatkan kualitas capaian dari indikator program atau kegiatan yang menjadi prioritas. Itu semua tak lain dalam upaya mewujudkan  pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.” Untuk itu ke pada semua pimpinan OPD kita minta untuk bersama-sama berperan aktif untuk percepatan selesainya perubahan APBD tahun 2023,” ungkapnya.

Baca Juga :  Program 10 Juta Sapi Dianggap Pepesan Kosong

Sampai bulan Juli 2023, Bapenda telah memberikan kontribusi realisasi PAD hingga 29,47 persem dari target yang telah ditetapkan dengan rincian kontribusi terdiri dari realisasi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah hingga realisasai lain-lain PAD yang sah. Beberapa upaya dilakukan oleh Bapenda Lombok Timur dalam rangka mengoptimalkan PAD diantaranya dengan meluncurkan Aplikasi Periri (Periksa Mandiri) SPPT, Aplikasi SIAGA MBLB (Sistem Penjagaan Pajak MBLB). Termasuk juga membangun aplikasi Data Base Pajak Daerah dan Data Base Tunggakan Pajak Daerah.  “ Kita juga menyiapkan alternatif pembayaran secara digital untuk mengurangi pembayaran tunai yang berisiko terjadinya kecurangan,” tandasnya.(lie)

Komentar Anda