Dua Tenaga Medis di Lobar Positif Terpapar Covid-19

Tenaga Medis Lobar
Bupati Lobar H Fauzan Khalid

GIRI MENANG – Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengumumkan sudah ada dua orang tenaga medis di Kabupaten Lombok Barat telah dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19).

“Covid-19 ini tidak memandang usia dan status seseorang. Di Lombok Barat saja sudah ada dua orang tenaga medis positif Covid-19. Selanjutnya 10 tenaga medis lainnya saat ini masih dikarantina untuk dua minggu kedepan,” ungkap Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid melalui press release yang disampaikan Humas Pemkab Lobar, Minggu (24/6).

Untuk itu Bupati,  bersama tim gugus tugas tidak akan pernah lelah menghimbau masyarakat agar tidak menyepelekan ancaman bahaya Covid-19 ini.

“Kita khawatir kalau masyarakat tetap abai, tak peduli dengan protokol kesehatan, justru penyebaran virus di daerah kita ini akan semakin meluas,” tegas Bupati Fauzan.

Bupati Fauzan mengambil kasus kota di Pulau Jawa yang juga sudah banyak tenaga medisnya terkena Covid-19 ini dan saat ini mengalami kekurangan tenaga medis.

“Karena itu kita minta kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap himbauan pemerintah,” kata Bupati Fauzan.

Melihat penyebarannya saat ini, bagi Fauzan sudah mengkhawatirkan. Sampai saat ini katanya, sudah 92 orang sudah terinfeksi walaupun sebagiannya telah sembuh.

“Dua di antaranya tenaga kesehatan. Sebelumnya tenaga kesehatan kita sudah dikarantina 10 orang. Ini artinya tenaga medis kita bagi penanganan Covid-19 di Lobar berkurang 12 orang. Dalam kondisi tenaga kesehatan yang minim maka dibutuhkan usaha yang lebih lagi untuk pencegahan,” kata Bupati.

Bupati juga berpandangan tidak ada wilayah di Lombok Barat yang pasti zona hijau.

“Jadi ini peran masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika sampai wabah ini tidak bisa dikendalikan, jangankan Lombok Barat, negara saja bisa bangkrut jika ekonomi tidak berjalan, fokus anggaran hanya untuk Covid 19. Terus bagaimana kita mau membangun dan menghidupkan ekonomi masyarakat?,” tanya Fauzan usai acara apel siaga tersebut.

Bagi Fauzan, memang cukup dilematis bagi pemerintah dalam situasi saat ini. Namun menurut Fauzan, pilihan untuk keselamatan nyawa dari penyakit mematikan ini adalah pilihan yang utama dan realistis bagi pemerintah.

” tu kenapa kita meminta masyarakat mematuhi himbauan pemerintah. Bukan cuma karena ingin selamat dari bahaya Covid 19, tapi juga biar perekonomian bisa segera pulih,” tegas mantan Ketua KPUD NTB itu.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakin dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Barat, H Ahmad Taufiq Fathoni membenarkan statemen Bupati Lombok Barat.

“Sampai saat ini, Sabtu (23/5) di Lombok Barat sudah ada 92 positif, termasuk 2 tenaga medis kita. Sebanyak 39 orang dinyatakan sembuh setelah di-swab tiga kali, dan 53 orang masih dirawat,” sebut Fathoni

Mengenai 10 tenaga medis yang saat ini dikarantina, pihaknya memastikan akan melakukan swab test.

“Kita swab dulu paling tidak sampai tiga kali. Jika secara berturut-turut hasilnya negatif, baru kita bolehkan kembali bertugas,” tegas dokter yang istrinya juga merupakan perawat piket di ruang isolasi itu.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang itu juga meminta agar masyarakat bisa meringankan beban rumah sakit dan para medis. Disamping karena tenaga medis berkurang 12 orang, pasien yang terus bertambah juga berakibat pada penambahan ruang isolasi. Akibatnya, terpaksa menutup pelayanan untuk ibu dan anak di RSUD Tripat dan Ruang Penyakit Dalam di RSAM Narmada.

Menurutnya dampak tersebut yang paling dikhawatirkan pihak Pemda. “Jangan sampai karena pelayanan kepada pasien Covid, kita terpaksa mengorbankan pasien lainnya. Fasilitas kita terbatas,” keluhnya sambil meminta masyarakat membantu pemerintah daerah dengan mematuhi protokol Covid 19.

“Kita sangat prihatin jika masyarakat masih tidak peduli dengan ini. Imbas ketidakpedulian itu yang berat,” keluh Fatoni. (ami)