Djohan-Danny Berhasil Bangun Kantor Bupati KLU

TANDA TANGAN: Bupati KLU Djohan Sjamsu menandatangani prasasti peresmian Kantor Bupati KLU, disaksikan Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto, Ketua DPRD KLU Artadi, Anggota DPRD NTB Raden Nuna, dan Asisten II Setda NTB Nurhandini Eka Dewi, Rabu (25/1) (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Di usia 14 tahun, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) akhirnya bisa memiliki Kantor Bupati kebanggaan. Meski ada pro kontra pembangunan proyek senilai Rp 42,19 miliar ini di tengah masa transisi pandemi covid-19, Bupati-Wakil Bupati KLU Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto tetap lanjut. Dan akhirnya, kantor kebanggaan Warga Dayan Gunung ini diresmikan Rabu (25/1) kemarin.

Peresmian kantor bupati ini tanpa kehadiran Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Ia mendelegasikan ke Asisten Bidang Ekonomi Pembangun Setda NTB Nurhandini Eka Dewi.

Kendati demikian, peresmian tetap berlangsung meriah, oleh Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD KLU, tamu undangan dari legislatif provinsi/kabupaten, Forkopimda, serta tamu undangan. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita dan tumpeng yang disaksikan ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan.

Bupati Djohan menyampaikan, di usia ke-14 tahun, KLU akhirnya memiliki kantor bupati. “Kita bersyukur akhirnya kantor bupati bisa kita bangun di tahun anggaran 2022 dengan masa pengerjaan 10 bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perempuan Asal Gumantar Melahirkan di Speedboat

Kantor bupati ini kata Djohan dibangun dengan dana APBD dan tanpa berutang. Meskipun awalnya banyak yang menolak tetapi berbekal semangat ingin punya kantor akhirnya bisa terlaksana. “Memang ada yang ragu tetapi kita tetap percaya diri mampu membangunnya dan Alhamdulillah akhirnya kini berhasil kita bangun,” ujarnya.

Djohan berterima kasih kepada Anggota DPRD KLU yang mendukung pembangunan kantor bupati ini. Begitu juga dengan perangkat daerah yang ada. “Terus terang saja dana pokirnya anggota dewan saya potong untuk membangun ini. Mereka Alhamdulillah menerima itu. OPD juga kita minta kencangkan ikat pinggang saat itu dan menerima,” bebernya.

Baca Juga :  Kebijakan Berubah, Wisatawan Tak Bisa Langsung ke Gili dari Bali

Kini dengan adanya kantor baru, Djohan meminta kinerja jajaran semakin meningkat. Kepala Dinas PUPR KLU Kahar Rizal mengatakan bahwa gedung kantor bupati ini dibangun di lahan seluas 2,6 hektare dengan total luas gedung 2.332 meter persegi. Bangunan kantor ini terdiri dari 4 lantai dengan konstruksi beton bertulang. Pengerjaannya dimulai sejak 19 April hingga 19 Desember 2022.

Gedung ini dirancang bisa menahan gempa magnitudo M=9. Kemudian sudah direncanakan bebas banjir dan genangan. Dalam pengerjaanya dilakukan oleh PT. Damai Indah Utama (DIU), kontraktor lokal asal Mataram.

Ketua DPRD KLU Artadi bersyukur kantor bupati bisa diresmikan. Dengan megahnya bangunan ini diharapkan pelayanan lebih baik. “Jangan hanya megah kantornya tetapi pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal,” ujarnya. (der)

Komentar Anda