Disnakeswan Jamin Stok Daging dan Telur Aman

Seorang peternak mengumpulkan telur di peternakan ayam petelur di Desa Plaosan, Magetan, Minggu (9/2). Kenaikan harga pakan ternak akibat musim penghujan membuat harga telur naik dari harga Rp 14 ribu menjadi Rp. 16.000 perkilogram. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/Koz/nz/14.

MATARAM—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB menjamin stok daging sapi, daging ayam dan telur dalam kondisi aman selama bulan puasa Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah.

“Kalau untuk ketersediaan stok daging dan telur tidak ada masalah,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Erwin Kusbianto, yang juga didampingi Kepala Bidang Budidaya dan Pengembangan Ternak Disnakeswan NTB, Iskandar Zulkarnain dan sejumlah pejabat Disnakeswan NTB, Jum’at kemarin (17/6).

Menurut dia, dengan kondisi populasi sapi yang cukup tinggi di NTB, disertai jumlah sapi potong, maka untuk ketersediaan daging sapi tidak ada masalah. Kendati saat ini harga daging di bulan Puasa Ramadan dan jelang lebaran Idul Fitri 1437 H, sudah tembus dikisaran Rp 120 ribu per kilogram (Kg). Hal tersebut lebih kepada distribusi pasar.

BACA JUGA :  Jelang Lebaran, Permintaan Daging Sapi Menurun

Begitu juga dengan ketersediaan daging ayam broiler di Provinsi NTB, juga dalam kondisi aman. Hal tersebut dapat dilihat dari pasokan ayam broiler untuk Provinsi NTB untuk DOC mencapai 29 juta yang didatangkan dari Bali dan Jawa Timur.

Untuk ayam broiler ini masa perawatannya dari sejak DOC hingga panen selama tiga bulan. Jika melihat pasokan ayam potong broiler tersebut, maka ketersediaan daging ayam di NTB selama puasa Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tidak ada masalah.

Hal serupa juga untuk ketersediaan telur ayam selama puasa Ramadan dan Idul Fitri, pada prinsipnya tidak ada masalah. Meski setiap tahunnya NTB memasok sekitar 8 persen dari total kebutuhan dari Bali dan Jawa Timur. Untuk telur, Provinsi NTB sudah mampu memproduksi dalam daerah mencapai 100 juta butir telur per tahunnya.

BACA JUGA :  Daging Ayam Langka di Pasar

“Ketersediaan stok untuk tiga kebutuhan pokok tersebut tidak ada masalah. Masalah harga itu kembali ke proses pendistribusian,” jelasnya.

Karena itu, untuk menstabilkan harga tiga komoditas tersebut Disnakeswan Provinsi NTB bersama TPID Provinsi NTB yang dikoordinir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB menyiapkan tiga komoditas tersebut. “Untuk telur, kami siapkan 100 tray (3000 butir, red) untuk pasar murah, dengan harga Rp 35 ribu per trai,” sebutnya. (luk)