Dinas Pantau Hewan Kurban

KURBAN : Penjual kambing dadakan mulai menjamur di Kota Mataram menyambut Hari Raya Idul Adha mendatang (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM-Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan Kota Mataram telah membentuk tim khusus yang bertugas memantau dan mengawasi hewan kurban yang dijual para pedagang dalam rangka Hari Raya Idul Adha.

Tim pemantau hewan kurban dibentuk dengan anggota sebanyak 70 orang yang berasal dari dinas dan kampus.” Hasil rapat kita hari ini sudah ditetapkan 70 orang anggota tim,” kata Kepala Dinas PKP H. Mutawalli kepada Radar Lombok kemarin (1/9).

Tugas mereka adalah melakukan pendataan berapa jumlah pedagang kambing, berapa jumlah kambing atau sapi kurban yang dijual dan lain-lain. Tim akan dibagi menjadi enam kelompok sesuai jumlah kecamatan di Kota  Mataram. Satu kelompk bertanggung  jawab di masing-masing kecamatan. “ Mereka nanti kita bagi per kecamatan untuk memantau,” paparnya.

Pemantauan akan mulai dilaksanakan pekan depan. Tugas awal tim adalah melakukan pendataan berapa jumlah  pedagang hewan kurban, serta memeriksa bagaimana kondisi kesehatan hewan kurban. Pedagang yang jualan hewan kurban punya syarat-syarat. Diantaranya hewan kurban yang jual harus sehat.” Kalau ada yang tidak memenuhi syarat kita minta agar disingkirkan atau tidak dijual,”  tegasnya.

Pemeriksaan ini akan dilakukan setiap hari mulai dari H-7 sampai H+3 lebaran,  yang paling utama pemeriksaan akan dilaksanakan lagi pada saat pemotongan hewan kurban. Karena biasanya pada saat pemotongan sering ditemukan penyakit di dalam tubuh hewan.

Dalam pemeriksaan kesehatan ini, petugas yang  bekerja di lapangan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan semua hewan kurban.” Usia hewan kurban untuk kambing harus dua tahun, dengan tanda giginya sudah ompong," paparnya.

Sementara itu, untuk hewan kurban sapi, kesehatan sapi kurban bisa dipastikan dari  cermin hidung sapi kurban yang selalu terlihat basah, kalau cermin hidungnya terlihat kering bisa jadi sapi itu sedang sakit. Selain hidung, hewan kurban yang sehat bisa dipastikan dari kondisi fisiknya. Sapi yang mau dikorbankkan tidak boleh pincang,  atau terdapat luka di bagian tubuhnya.

Bagi masyarakat yang mau membeli sapi kurban, dokter hewan DPKP Mataram menyarankan agar dilakukan pemeriksaan dan pengecekan dulu. Pembeli harus memastikan tidak ada luka di sekitar mulut dan mata sapi kurban tersebut.

Selain itu harus dipastikan tidak ada cairan sejenis lendir yang ada di sapi. Kalau hal-hal tersebut tidak ada di hewan kurban maka hewan tersebut dipastikan sehat.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut