Lebih Dekat dengan Tradisi Berkurban di Pejeruk Bangket

Warga di Lingkungan Pejeruk Bangket Kelurahan Pejeruk harus diapresiasi menyangkut kekompakan mereka. Termasuk saat Hari Raya Idul Adha. Saban tahun warga di lingkungan ini menyambut Idul Adha dengan urunan untuk beli hewan kurban. Karena kebersamaan yang ada, dana yang terkumpul bisa mencapai ratusan juta rupiah.

 


SUDIRMAN-MATARAM


 

Warga di lingkungan ini memang patut dicontoh. Lingkungan Pejeruk Bangket merupakan lingkungan yang tercatat paling banyak hewan kurbannya pada Idul Adha beberapa hari lalu. Hewan kurban merupakan hasil urunan warga.

Dari data yang ada, mereka berhasil mengumpulkan uang untuk membeli hewan kurban sebanyak 18 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Uang dikumpulkan lewat pengurus masjid Nurul Ikhlas. Warga

sepakat urunan. Lalu terbentuk 8 kelompok warga.“Mereka betul-betul antusias mengisi Idul Adha dengan semangat pengorbanan yang tinggi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sebagaimana diajarkan agama,” ungkap ketua panitia kurban Lingkungan Pejeruk Bangket, Juniar. Juniar adalah salah satu perwira di lingkup Polres Kota Mataram.

Daging kurban dibagikan kepada mereka yang tergolong tidak mampu. Tidak hanya warga miskin di lingkungan ini yang dapat, melainkan juga warga miskin di luar kampung. Terutama yang disasar adalah yayasan-yayasan sosial dan panti asuhan.” Semoga niat baik masyarakat l mendapat balasan dari Allah,” ungkapnya.

Ia berharap apa yang dilakukan oleh warga Pejeruk Bangket  diikuti oleh warga di kampung lain. Semangat kebersamaan membantu sesama harus dicontoh. Sebab ini adalah bentuk pengamalan agama.(*)