Demokrat Target Juli Putusan Final Koalisi

Demokrat Target Juli Putusan Final Koalisi
DESAK: Ketua Pemuda NW, Syamsul Hadi mendesak agar pencalonan Siti Rohmi segera dideklarasikan. (Yan/Radar Lombok)

MATARAM—Komunikasi politik yang dilakoni Partai Demokrat dengan parpol lain calon mitra koalisi terus dijajaki.

“Akhir Juli paling lambat putusan arah koalisi,” kata ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (2/6).

Ia pun menegaskan, Siti Rohmi sudah final menjadi figur akan dijagokan dalam kontestasi di Pilkada NTB.

Namun, keputusan mengusung Siti Rohmi sebagai calon gubernur atau calon wakil Gubernur sangat tergantung dari komunikasi politik dijajaki Partai Demokrat dengan parpol calon mitra koalisi. Namun tak ditampiknya, kemungkinan besar Partai Demokrat akan bangun koalisi dengan partai Golkar di kontestasi di Pilkada NTB.

[postingan number=5 tag=”pilkada”]

“Komunikasi politik dengan Partai Golkar hampir menemukan titik temu,” imbuh Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB.

Walaupun demikian, komunikasi politik yang dilakoni Partai Demokrat dengan parpol mitra koalisi masih sangat dinamis. Partai Golkar sendiri sudah mengusung Suhaili FT sebagai calon gubernur di kontestasi di Pilgub NTB.

Namun menurutnya, keputusan rekomendasi partai dalam mengusung kadernya baru dikatakan final setelah mendaftar di KPU. Sejauh ini katanya semuanya masih dinamis.

“Nanti rekomendasi partai jelas kalau sudah di KPU,” sebutnya

Ditanya apakah Siti Rohmi akan disusung sebagai bakal calon kepala daerah atau wakil. Ia menyatakan, belum ada kata harga mati. Meskipun, keluarga besar Partai Demokrat dan NW tetap berkeinginan Siti Rohmi sebagai calon gubernur.

“Namun Demokrat masih cair. Belum ada harga mati harus menjadi calon gubernur,” terangnya.

Pihaknya tetap terus menjalin komunikasi politik mengingat, memutuskan posisi adalah sama halnya dengan memutuskan NTB, memutuskan nasib masyarakat. Menurutnya, menetapkan pimpinan buat masyarakat tidak mudah. Itu merupakan amanah dan tanggung jawab berat harus dipikul.

“Namun kita tetap upayakan solusi terbaik bagi calon pemimpin masyarakat,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Pemuda NW, Syamsul Hadi mendesak agar Siti Rohmi dideklarasikan saat Hultah NW nanti. Didesaknya deklarasi Siti Rohmi saat Hultah NW, agar mobilisasi informasi pencalonan yang bersangkutan lebih massif. Dengan demikian, semua lapisan masyarakat NW mengetahui pencalonannya.

Desakan deklarasi ini, diakui masih belum ada gambaran instruksi dari para pengurus NW. Namun demikian, segala keputusan politik di organisasi itu disebutnya akan diikuti pihaknya.

Baginya, semakin cepat deklarasi Siti Rohmi dilaksanakan akan semakin baik. Terlebih Pemuda NW dan semua badan otonom di organisasi itudisebutnya sudah diap memenangkan sosok Rektor Universitas Hamzanwadi tersbut.

Katanya, bukan tanpa alasan mendukung Siti Rohmi. Sosok ini jugamemiliki prestasi dan pengalaman yang luar biasa. Yang bersangkutan pernah menjadi ketua DPRD Lombok Timur. Di bawah polesan tangannya, universitas yang dipimpinnya bisa menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di NTB.

Pencalonan Sisi Rohmi, sebutnya, sudah final. Tidak ada lagi alasan bagi warga NW untuk tidak mendukung yang bersangkutan. Terlebih peluang kemenangan mengusung sosok itu dianggap sangat besar.

Hadi (panggilan akrabnya) menegaskan, peluan kemenangan itu bisa dilihat dari sisi geopolitik. Siti Rohmi yang merupakan salah satu putri NTB kelahiran Lombok Timur. Kabupaten ini dari sisi demografi pemilih dianggap yang terbesar.

“Faktanya dari banyak gubernur kita, selalu dari Lombok Timur. Bukan karena apa-apa, ini karena jumlah pemilih di Lotim yang terbanyak,” sebutnya.

Hadi lantas menyinggung soal konsep kepemimpinan perempuan di tubuh NW. Baginya, ormas NW tidak membenarkan adanya pemimpin perempuan. Hal ini sebutnya juga berlaku di ormas lain macam Muhammadiyah dan NU. “Lihat saja di dua organisasi besar itu, belum ada satu pun pemimpin perempuan yang memimpin,” ulasnya.

Pencalonan Siti Rohmi sebagai kepala daerah disebutnya berbeda konteks. Yang bersangkutan tidak didapuk untuk memimpin organisasi NW. Praktis, pencalonan yang bersangkutan dianggap tidak ada masalah. (yan/rzq)

BACA JUGA :  DPW PAN Kirim Sebelas Nama ke DPP