Cegah Radikalisme, Kapolres Gandeng Ponpes

SILATURAHMI: Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo, foto bersama para santri Ponpes Diaul Fikri Desa Sukarara, dalam kunjungan silaturahmi Kapolres, Kamis kemarin (23/2) (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Upaya menjalin silaturahmi, Kepala Kepolisian Resort Kabupaten (Kapolres) Lombok Timur (Lotim), AKBP Wingky Adithyo Kusumo, Kamis kemarin (23/2), berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiaul Fikri Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat.

Kapolres menyampaikan, kegaitan silaturahmi yang dilakukan ini adalah untuk menjaga tali persaudaraan dengan para ulama dan Tuan Guru, yang mana para tuan guru merupakan salah satu tokoh panutan dalam kehidupan.

“Selain kita silaturahmi kita juga mengajak pimpinan pondok pesantren dan para santri, serta santriwati untuk sama-sama mencegah masuknya paham radikalisme, yang belakangan terakhir ini meresahka masyarakat,” ungkapnya.

Mengingat di Kabupaten Lombok Timur ini jumlah penduduknya banyak, pun dengan banyaknya faham dan aliran yang berkembang, kalau tanpa dukungan dari para Tuan Guru dan Ponpes, pihak kepolisian tentu akan mengalami kesulitan, dalam upaya mencegah faham-faham yang menyimpang dari ajaran. Sehingga sangat penting dilakukan kerja sama dan siluturrohmi dengan sesepuh para tokoh agama.

Hal ini juga merupakan bentuk kepolisian dalam menjaga kebhinekaan NKRI, yang mana beberapa bulan terakhir muncul bebarapa aliran yang merusak keutuhan Negara. Sehingga sangat penting dilakukan pendekatan secara rutin terhadap tokoh agama yang ada di Kabupeten Lombok Timur untuk meredam, agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

“Silaturahmi ini tetap akan kita lakukan, dengan keliling ke semua pondok pesantren yang ada Lombok Timur, sekaligus untuk menjaga tali silaturahim,” tegasnya.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Tak hanya itu sambung mantan Kapolres Lobar ini, kegiatan silaturahmi bukan hanya mencegah adanya faham radikal saja, namun mensosialisasikan tentang bahaya Narkoba yang saat ini sudah banyak menjerat masyarakat, bahkan di pelosok sekalipun, juga penting dilakukan.

“Selain kita sosialisasikan bahaya narkoba, kita juga mengajak para santri untuk menjadi anggota kepolisian. Dimana dalam penerimaan anggota kepolisian tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Berbicara kepolisian lanjutnya, para santri/santriwati sangat bagus untuk menjadi anggota kepolisian. Karena menurutnya, santri/santriwati yang berlatarkan pondok pesantren, dan sudah berahlak mulia pada saat menjadi anggota kepolisian. Diyakini akan menjadi polisi yang baik, dan bisa menjadi panutan di semua kalangan masyarakat. ”Jadi kita harapkan ada santri-santri yang menjadi polisi, terutama santri yang bibitnya sudah bagus,” harapnya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantern Dhiaul Fikri, TGH. Gunawan Ruslan, Lc mengaku siap untuk membantu pihak kepolisian dalam menjaga sepenuhnya keutuhan NKRI, yang saat ini sudah mulai goyang oleh kepentingan politik. Selain itu, ia juga mengaku siap melawan faham radikalisme yang marak terjadi.

“Kami dari Pondok Pesantren Diaul Fikri secara utuh dan konsekwen dalam mendidik santri/santriwati utk menjadi bagian dari generasi bangsa yg komitmen melawan faham radikal, yang bertujuan menghancurkan negara dan bangsa kita,” tegasnya.

Sedangkan Kapolsek Sakra Barat, Iptu Totok Suharyanto menambahkan, sebagai pengamanan wilayah di kecamatan, pihaknya juga tidak akan berhenti untuk melakukan patroli dan silaturrohmi, mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga berbagai permasalahan yang muncul dapat dengan cepat ditindaklanjuti.

”Jadi selaku anggota Polsek Sakra Barat, kami akan terus melakukan pantauan, siang hari maupun malam hari, agar keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bisa tetap terjaga,” singkatnya. (cr-wan)

BACA JUGA :  Ponpes Hadil Ishlah Bilebante Wisuda Santri Juz Amma