Cabai Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram

cabai
MAKIN PEDAS : Salah seorang pedagang cabai di Pasar Ampenan tengah melayani pembeli. Harga cabai rawit saat ini tembus Rp 80 ribu per kilogram. (Devi Handayani/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Harga cabai rawit kian pedas. Kenaikan harganya di pasar NTB sudah berlangsung sejak beberapa minggu lalu. Terbaru, harganya menembus Rp 80 ribu per kilogram.

Koran ini memantau harga kebutuhan di beberapa pasar utama diantaranya Pasar Ampenan kemarin. Salah seorang pedagang, Anah, mengakui harga cabai semakin tinggi. Hal ini karena stok cabai berkurang. Hasil panen cabai petani juga berkurang. Sebelum terjadi kenaikan saat ini, harganya masih berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.

“ Satu kilo cabai rawit sekarang Rp 80 ribu, itu juga buahnya di campur sama yang hijau-hijau,” kata Anah pada Radar Lombok.

Penjual terpaksa membeli cabai di pengepul dengan kondisi tidak semua matang. Itu sebabnya cabai yang matang dan belum bercampur. Tingginya harga cabai dikeluhkan. “Tinggi harganya, yang beli sedikit. Kita pedagang rugi, karena cabainya belum matang semua, orang-orang jarang mau beli,” ungkapnya.

BACA JUGA: Mitsubishi Luncurkan Tiga Kendaraan Terbarunya di GIIAS 2019

Salah seorang pembeli, Saidah, juga mengeluhkan tingginya harga cabai. Biasanya ia dapat membeli dengan kisaran harga Rp 65 ribu. Namun kini justru harganya melambung tinggi. Ia pun terpaksa mengurangi pembelian.” Kalau biasa beli satu kilo, sekarang setengahnya. Nggak mampu,” katanya.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Ni Nyoman Darmilaswati, mengatakan kenaikan harga cabai disebabkan karena sebagian besar daerah penghasil cabai belum memasuki musim panen, termasuk NTB.” Kenaikan ini murni karena kurang stok. Kami pantau ke lapangan, memang petani belum panen,” katanya.

Ia memprediksi harga cabai tidak akan turun dalam waktu dekat. Harga normal cabai Rp 20-25 ribu per kilogram. Namun kini kenaikannya mencapai tiga kali lipat. Kenaikan harga cabai disebut-sebut sudah terjadi sejak awal Juli. Masa panen cabai terdekat adalah bulan Agustus. “ Kami prediksi kenaikan harga masih akan terjadi hingga Agustus nanti. Sementara, masyarakat diharap dapat menggunakan cabai kering,” pungkasnya.(cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid