Bupati Perintahkan Pipa Bawah Laut Segera Dipasang

Djohan Sjamsu (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Bupati KLU Djohan Sjamsu memerintahkan jajarannya untuk segera memasang pipa bawah laut dari Gili Air ke Gili Meno di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang.

Hal ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Gili Meno, pasca tak beroperasinya PT Berkat Air Laut (BAL) per 1 Desember 2022. Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi NTB, Muhammad Rum saat berkunjung ke Gili Meno pada Selasa (6/12) meminta agar PT BAL melayani air bersih di Gili Meno dengan alasan darurat. Hanya saja belum dipenuhi oleh PT BAL.

Sesuai rencana jaringan pipa bawah laut yang akan dipasang dari Gili Air ke Meno ukurannya 4 inci, atau lebih kecil dari pipa 6 inci yang sudah terpasang dari daratan menuju Gili Air. “Kita harapkan dalam 1 bulan ini harus terpenuhi. Jadi sekarang ini dengan men-dropping air dulu dari Gili Air ke Gili Meno menggunakan perahu,” ungkap Djohan, Rabu (7/12).

Baca Juga :  Inspektorat Persilakan Kejaksaan Usut Perjalanan Dinas DPRD

Adapun anggaran untuk pemasangan pipa bawah laut tersebut kata Djohan sudah disiapkan. Mengenai nominal anggaran sudah tersedia di APBD. “Kita siapkan. Itu kita ambil dari sana sini. Tidak terlalu besar karena pemberatnya sudah ada di KLU. Banyak itu. Ada 300 biji. Tinggal pipa saja,” ungkapnya.

Tanggung jawab pemasangan pipa bawah laut ini dibebankan kepada PDAM Amerta Dayan Gunung. Sebab sejauh ini baru PDAM Amerta Dayan Gunung yang punya pengalaman memasang pipa bawah laut di KLU. “Saya sudah perintahkan. Pokoknya paling telat 1 bulan harus siap,” tegasnya.

Kepala Dusun Gili Meno Nasrun mengatakan bahwa saat ini masyarakatnya masih ribut soal air bersih. Air yang didrop dari Gili Air menggunakan perahu dinilai kurang efektif. “Ndak efektif. Itu hanya untuk masyarakat sebagai bentuk kehadiran pemda. Yang datang hari ini baru 4 boat. Tinggal 1 lagi infonya mau datang,” ucapnya.

Baca Juga :  HUT RI ke-77, Polres Lombok Utara Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut

Yang jadi permasalahan kata Nasrun adalah para pengusaha hotel atau restoran yang membutuhkan air. Dan sebagai kepala dusun, dirinya terus didesak oleh pengusaha agar air bisa mengalir seperti biasa. “Saya bingung harus berbuat apa soalnya saya bukan penentu kebijakan,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya pun berharap jika memang pemda berencana memasang pipa bawah laut dari Gili Air ke Gili Meno maka itu harus dipercepat. “Harapan kami sejak awal adalah bagaimana pipa itu segera terpasang,” pungkasnya. (der)

Komentar Anda